Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 01.57 WIB

Mengungkap Jejak Kontroversial Patrick Kluivert, Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

Patrick Kluivert, calon pengganti pelatih timnas Indonesia. (Marca)

JawaPos.com - Di tengah spekulasi calon pelatih baru Timnas Indonesia, nama Patrick Kluivert muncul sebagai kandidat potensial. Apalagi, jurnalis terkemuka Fabrizio Romano menyebut jika Kluivert sudah sepakat dengan kontrak dua tahun dengan PSSI.

Namun, perjalanan karier pria asal Belanda ini tidak luput dari sejumlah kontroversi yang memengaruhi reputasinya. Dari tragedi kecelakaan fatal hingga tantangan dalam karier kepelatihannya, rekam jejak Kluivert layak menjadi bahan pertimbangan.

Tragedi Fatal di Amsterdam (1995)

Salah satu momen gelap dalam hidup Kluivert terjadi pada 9 September 1995 di Amsterdam. Sebagai pemain muda Ajax yang tengah naik daun, ia terlibat dalam kecelakaan tragis yang merenggut nyawa teaterwan Martin Putman. Mengendarai mobil BMW M3 dengan kecepatan tinggi, Kluivert kehilangan kendali dan menabrak mobil Putman. Pengadilan Amsterdam menjatuhkan hukuman berupa pencabutan SIM selama 18 bulan dan 240 jam kerja sosial. Insiden ini tidak hanya mengguncang mental Kluivert, tetapi juga meninggalkan noda dalam perjalanan kariernya.

Kegagalan di Timnas Curacao (2015)

Karier kepelatihannya juga penuh tantangan. Pada 2015, Kluivert memulai debut sebagai pelatih kepala Timnas Curacao. Namun, hasilnya jauh dari memuaskan. Dari delapan pertandingan, ia hanya mencatat dua kemenangan, tiga imbang, dan tiga kekalahan. Curacao gagal melangkah lebih jauh di kualifikasi Piala Dunia 2018 setelah kalah dari El Salvador dengan agregat 1-2. Kritik terhadap taktik konservatifnya membuat Kluivert akhirnya mundur.

Era Kontroversial di Barcelona (2019-2020)

Kiprahnya sebagai direktur olahraga Barcelona pada 2019-2020 juga penuh kontroversi. Keputusan-keputusan transfernya, termasuk penjualan beberapa pemain muda potensial dari akademi La Masia, menuai kritik tajam. Selain itu, ia dianggap gagal menjaga identitas Barcelona di tengah krisis finansial dan prestasi yang menurun. Akhirnya, tekanan dari berbagai pihak memaksanya untuk mundur dari jabatannya.

Periode Singkat di Kamerun (2019)

Pada 2019, Kluivert juga sempat menjadi asisten pelatih Timnas Kamerun. Namun, tim tersebut gagal mempertahankan gelar Piala Afrika setelah tersingkir di babak 16 besar oleh Nigeria. Kritik terhadap pendekatan taktis dan hubungan yang kurang harmonis dengan pemain senior menjadi sorotan media lokal.

Kritik di Adana Demirspor (2024)

Di klub Turki Adana Demirspor, tantangan serupa kembali muncul. Kepemimpinannya yang dianggap otoriter memicu ketegangan di ruang ganti, sementara gaya taktiknya dinilai kurang cocok dengan karakteristik pemain lokal. Media Turki melaporkan bahwa Kluivert kesulitan memahami kultur sepakbola setempat dan terlalu memaksakan gaya permainan Eropa.

Meski memiliki nama besar sebagai pemain legendaris, kemampuan Kluivert sebagai pelatih masih sering dipertanyakan. "Kluivert memiliki visi yang bagus untuk sepakbola, tapi ia sering kesulitan menerjemahkannya ke dalam praktik di lapangan," ungkap Johan van der Meer, pengamat sepakbola Belanda, dalam wawancara dengan Voetbal International.

PSSI dijadwalkan mengumumkan pelatih baru Timnas Indonesia pada 12 Januari mendatang. Jika Kluivert benar terpilih, publik akan menantikan apakah ia mampu membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia, atau justru melanjutkan tren inkonsistensi dalam karier kepelatihannya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore