Persebaya Surabaya wajib menang hadapi Borneo FC jika masih ingin nyaman di puncak klasemen Liga 1. (Instagram @paulohenriique9)
JawaPos.com — Insiden kartu merah yang diterima Paulo Henrique saat Persebaya Surabaya dijamu Borneo FC pada Kamis, 7 Maret 2023, masih membekas di hati Bonek. Momen itu dianggap menjadi titik balik yang membuat Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan menyakitkan.
Kartu merah tersebut bermula saat Paulo Henrique menerima kartu kuning kedua pada menit ke-93. Keputusan itu diambil setelah wasit utama berkonsultasi dengan asisten wasit terkait insiden yang melibatkan sang striker di tengah lapangan.
Saat itu, pertandingan berlangsung panas dengan kedudukan imbang 1-1 setelah gol bunuh diri Kasim Botan pada menit ke-92. Namun, kartu kuning kedua untuk Paulo membuat Persebaya Surabaya harus bermain dengan 10 pemain di sisa waktu tiga menit.
Kondisi tersebut dimanfaatkan Borneo FC yang tampil ngotot di depan pendukungnya. Pada menit ke-98, Ikhsanul Zikrak muncul sebagai pahlawan dengan gol penentu kemenangan Borneo FC.
Gol kemenangan Borneo FC berawal dari sepak pojok cepat yang dieksekusi dengan sempurna. Bola sempat terpantul dan diterima oleh Ikhsanul yang langsung melepaskan tendangan keras ke gawang Persebaya Surabaya.
Hasilnya, bola masuk ke gawang tanpa bisa diantisipasi oleh lini belakang dan kiper Persebaya Surabaya. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Borneo FC memastikan tim tuan rumah mengamankan tiket ke babak Championship Series Liga 1.
Pertandingan itu sejatinya berjalan seru dan mendebarkan, terutama di babak kedua. Persebaya Surabaya sempat unggul lebih dulu lewat tendangan keras Toni Firmansyah pada menit ke-85.
Namun, harapan meraih kemenangan sirna setelah gol bunuh diri Kasim Botan di menit-menit akhir. Situasi semakin memburuk setelah Paulo Henrique menerima kartu merah yang kontroversial.
Kemenangan tersebut membuat Borneo FC memastikan diri lolos ke babak Championship Series dengan 66 poin musim lalu. Jumlah poin ini sudah tidak mungkin dikejar oleh penghuni klasemen kelima yang hanya mengoleksi 45 poin.
Di sisi lain, Bonek tidak bisa menyembunyikan kekecewaan atas hasil tersebut. Mereka menilai kartu merah Paulo Henrique sebagai keputusan yang merugikan tim.
Dalam unggahan Instagram @info_bonek_indonesia, video momen kartu merah Paulo Henrique kembali diunggah dengan caption provokatif. "Faham kan kenapa kita harus menghijaukan GBT," tulis akun tersebut.
Respons Bonek atas unggahan itu pun penuh semangat dan harapan untuk membalas kekalahan tersebut. "Wajib balas dendam," tulis salah satu akun di kolom komentar.
Komentar lainnya juga penuh antusiasme dan semangat juang. "Hancurkan Borneo di GBT, Persebaya sang juara," tulis salah satu Bonek.
Ungkapan serupa juga datang dari Bonek lainnya yang mengajak untuk memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo. "Gas mat! Budal!" ujar salah satu Bonek dengan penuh semangat.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
