Gilson Costa (kiri) dan Pablo Oliveira terancam hengkang dari Persebaya Surabaya dan Arema FC di bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia. (Media Persebaya-Arema)
JawaPos.com — Dua rival abadi di Liga 1 Indonesia, Arema FC dan Persebaya Surabaya, tengah bersiap melakukan perubahan besar pada bursa transfer paruh musim. Kedua tim ini berencana merombak skuad demi memenuhi target masing-masing pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Meski berada di posisi berbeda di klasemen, keduanya memiliki strategi serupa untuk melepas pemain yang dianggap kurang berkontribusi. Arema FC saat ini berjuang naik dari papan tengah, sementara Persebaya Surabaya sedang kukuh di puncak klasemen.
Sosok Pablo Oliveira di Arema FC dan Gilson Costa di Persebaya Surabaya menjadi sorotan. Keduanya merupakan gelandang bertahan yang kini berada di ambang pintu keluar klub masing-masing.
Bagi Arema FC, keputusan melepas Pablo Oliveira tak lepas dari tekanan besar Aremania. Pemain asal Brasil itu dianggap menjadi salah satu penyebab menurunnya performa Singo Edan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Blunder fatal Pablo Oliveira menjadi alasan utama kritik dari suporter Arema. Di pekan ke-13 melawan Persebaya Surabaya, Pablo salah melakukan umpan yang berujung penalti di menit akhir.
Blunder lainnya terjadi pada pekan ke-14 melawan Persis Solo, di mana Pablo secara tak sengaja mencetak gol bunuh diri. Akibatnya, Singo Edan gagal meraih kemenangan atas Laskar Sambernyawa.
Aremania pun ramai-ramai mendesak manajemen Arema untuk segera melepas Pablo Oliveira. Hal itu terlihat jelas dari banyaknya komentar di media sosial yang meminta sang pemain angkat kaki dari Malang.
Jika desakan ini ditanggapi serius oleh manajemen Arema, maka Pablo kemungkinan besar akan hengkang pada bursa transfer paruh musim. Apalagi, Arema FC masih memiliki Julian Guevara yang dapat menggantikan posisi gelandang bertahan.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga berpotensi melepas Gilson Costa yang merupakan pemain asing berlabel jebolan Benfica. Penampilan Gilson dianggap belum memberikan kontribusi signifikan untuk tim asuhan Paul Munster.
Menurut laporan yang beredar, manajemen Persebaya Surabaya sedang mempertimbangkan langkah untuk melepas Gilson. Pemain asal Portugal ini dinilai kurang efektif meski sudah bermain sebanyak 15 laga untuk di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Dari 15 penampilannya, Gilson Costa belum mencatatkan satu pun gol atau assist untuk Persebaya Surabaya. Hal ini membuatnya menjadi sasaran kritik dari suporter Persebaya Surabaya, Bonek.
Tak sedikit Bonek yang menyoroti minimnya kontribusi Gilson Costa, terutama ketika bermain di lini tengah. Mereka menilai pemain dengan nilai pasar Rp 2,61 miliar itu belum mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang diberikan.
Evaluasi besar-besaran yang dilakukan manajemen Persebaya Surabaya disinyalir menjadi langkah untuk mempertahankan posisi puncak klasemen. Paul Munster sebagai pelatih kemungkinan akan mendatangkan amunisi baru untuk memperkuat lini tengah.
Di bursa transfer paruh musim ini, Persebaya Surabaya disebut-sebut sedang mengincar pemain asing yang lebih produktif. Pemain tersebut diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Gilson Costa jika jadi dilepas.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
