Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Oktober 2024 | 17.36 WIB

Ada Apa dengan Persebaya Surabaya? Catatkan Akurasi Tembakan Tertinggi, tapi Hanya Mampu Cetak 7 Gol

Persebaya Surabaya punya problem produktivitas gol yang bisa menghambat mereka meraih gelar juara Liga 1 Indonesia 2024-2025. (Media Persebaya) - Image

Persebaya Surabaya punya problem produktivitas gol yang bisa menghambat mereka meraih gelar juara Liga 1 Indonesia 2024-2025. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus rela turun dari puncak klasemen Liga 1 Indonesia 2024-2025 setelah menelan kekalahan pertamanya musim ini dari Persib Bandung di pekan ke-8 dan ditelikung oleh Bali United.

Kekalahan 0-2 tersebut menjadi sorotan karena membuat Green Force mulai menunjukkan beberapa celah yang perlu segera diperbaiki, terutama di sektor penyelesaian akhir.

Meski kalah, posisi Persebaya Surabaya di peringkat kedua hanya kalah selisih gol dari Bali United yang berada di peringkat pertama. Tim asuhan Paul Munster masih kokoh dengan raihan 17 poin dari 8 laga, hasil dari 5 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 1 kekalahan.

Di balik posisi mereka yang tengah bersaing di puncak klasemen, ada satu masalah besar yang harus segera diselesaikan oleh tim: produktivitas gol.

Dari 8 pertandingan yang dilakoni, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak 7 gol, jumlah yang tergolong minim untuk tim dengan ambisi juara. Hal ini menjadi paradoks jika melihat data akurasi tembakan mereka yang berada di posisi tiga besar tertinggi di Liga 1 Indonesia.

Persebaya Surabaya mencatatkan 237 tembakan tepat sasaran, hanya kalah dari Persik Kediri (301 tembakan) dan Dewa United (273 tembakan).

Ironisnya, dari akurasi tembakan tersebut, Persebaya Surabaya belum mampu memaksimalkan peluang menjadi gol. Tim lain seperti Persik Kediri dan Dewa United yang sama-sama memiliki akurasi tembakan tinggi mampu mencetak lebih banyak gol dibandingkan Persebaya Surabaya.

Situasi ini tentu memicu pertanyaan: ada apa dengan Persebaya Surabaya? Pelatih Paul Munster perlu segera menemukan solusi untuk memecahkan masalah ini. Pasalnya, efektivitas dalam penyelesaian akhir menjadi kunci penting dalam upaya meraih gelar juara.

Dengan hanya 7 gol dalam 8 pertandingan, Persebaya Surabaya terbilang kurang tajam di lini depan, meski memiliki banyak peluang untuk mencetak gol.

Menghadapi PSM Makassar di pekan ke-9, Persebaya Surabaya harus benar-benar memperbaiki masalah ini. PSM datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 2-0 atas Madura United dan hanya terpaut dua poin dari Persebaya Surabaya di klasemen sementara.

Jika PSM mampu mengalahkan Persebaya Surabaya, mereka berpeluang mengkudeta Green Force dari peringkat kedua klasemen.

Sektor serangan menjadi fokus utama yang perlu dibenahi oleh Munster dan staf pelatihnya. Meski Persebaya Surabaya seringkali mendominasi permainan dan menciptakan peluang, ketajaman para penyerang masih belum optimal.

Bruno Moreira, sang raja gocek Persebaya Surabaya, belum mampu memanfaatkan teknik dribelnya untuk menghasilkan lebih banyak gol. Begitu juga dengan striker lainnya yang masih sering kesulitan menuntaskan peluang.

Problem ini semakin kontras jika dibandingkan dengan tim-tim lain yang memiliki jumlah gol lebih banyak dengan akurasi tembakan yang lebih rendah. Persib Bandung, misalnya, memiliki 210 tembakan namun berhasil mencetak lebih banyak gol dibandingkan Persebaya Surabaya.

Hal ini menunjukkan bahwa sekadar menciptakan peluang dan memiliki akurasi tinggi saja tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang baik.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore