
Memori kedigdayaan Persebaya Surabaya, Misbakus Solikin (kiri) dan Irfan Jaya (tengah) bermain apik saat Green Force menghancurkan PSBS Biak di Gelora Bung Tomo, (22/9/2017). (Persebaya.id)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya pernah mencatatkan kemenangan gemilang saat menghadapi PSBS Biak di babak 16 besar Liga 2 Indonesia pada 2017. Laga tersebut menjadi salah satu momen yang dikenang oleh para pendukung setia Persebaya Surabaya, Bonek, sebagai salah satu bukti kedigdayaan Green Force di kasta kedua sepak bola Indonesia sebelum kembali ke Liga 1 Indonesia.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat, 22 September 2017, Persebaya Surabaya sukses menghajar PSBS Biak dengan skor telak 5-0.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan penting bagi Persebaya Surabaya yang saat itu sedang berjuang untuk kembali ke Liga 1 Indonesia setelah bertahun-tahun absen di kasta tertinggi. Dukungan penuh dari belasan ribu Bonek di stadion membuat atmosfer pertandingan semakin panas, dan kemenangan telak ini menjadi simbol kebangkitan tim berjuluk Green Force.
Meski pada akhirnya Persebaya Surabaya berhasil menang dengan skor telak, pertandingan tidak dimulai dengan mudah. Pada 15 menit pertama babak pertama, PSBS Biak justru tampil lebih menekan. Tim tamu dari Papua ini berhasil menciptakan dua peluang emas yang nyaris membobol gawang Persebaya Surabaya.
Pada menit kelima dan ke-15, pemain depan PSBS Biak mendapatkan peluang matang ketika berhadapan langsung dengan kiper Persebaya Surabaya saat itu, Miswar Saputra. Beruntung, ketenangan Miswar di bawah mistar mampu menggagalkan peluang tersebut.
Taktik PSBS yang bermain agresif di awal pertandingan sempat membuat Persebaya Surabaya sedikit kesulitan. Organisasi pertahanan tim tamu juga cukup solid, sehingga menyulitkan Green Force untuk menembus lini belakang mereka.
Hal ini diakui oleh pelatih Persebaya Surabaya saat itu, Alfredo Vera, yang menyebut PSBS Biak memiliki organisasi pertahanan yang baik, terutama pada 15 menit awal laga.
Momentum perubahan terjadi pada menit ke-21, saat Persebaya Surabaya mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas. Misbakus Solikin, sang kapten Persebaya, mengambil alih eksekusi bola mati tersebut. Dengan tenang, tendangan bebas Misbakus berhasil merobek gawang PSBS Biak yang dijaga oleh Bagus Prasetyo.
Gol ini menjadi titik balik bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Gol pembuka tersebut juga menyulut semangat para pemain lainnya untuk lebih agresif menyerang.
Setelah gol pertama, dominasi Persebaya Surabaya semakin terlihat. Hanya berselang sembilan menit, tepatnya pada menit ke-30, Irfan Jaya yang saat itu menjadi salah satu pemain andalan Green Force, melakukan penetrasi dari sisi kiri pertahanan PSBS.
Tendangannya yang keras tidak langsung masuk ke gawang, namun mengenai pemain belakang PSBS, Faizal Samberbori, dan menyebabkan gol bunuh diri. Gol ini membuat skor menjadi 2-0 untuk Persebaya Surabaya, yang semakin mengontrol jalannya pertandingan.
Persebaya Surabaya terus menekan dan mencari gol tambahan sebelum babak pertama usai. Pada menit ke-39, striker andalan Ricky Kayame sukses mencatatkan namanya di papan skor. Lewat pergerakan yang cepat dan ketajamannya di kotak penalti, Kayame menutup babak pertama dengan gol ketiga bagi Persebaya Surabaya.
Kedudukan 3-0 di babak pertama menjadi bukti ketajaman lini depan Green Force yang mulai menemukan ritmenya setelah awal laga yang sempat dikuasai PSBS Biak.
Masuk ke babak kedua, Persebaya Surabaya sama sekali tidak menurunkan intensitas serangannya. Justru, tim besutan Alfredo Vera ini semakin agresif dalam mencari gol tambahan. PSBS Biak yang sudah tertinggal jauh tampak kesulitan untuk bangkit. Pertahanan mereka yang sebelumnya solid di awal laga kini mulai goyah dan sulit membendung serangan-serangan Persebaya Surabaya.
Pada menit ke-62, Misbakus Solikin kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain kunci Persebaya Surabaya. Lewat eksekusi tendangan bebas, pemain jebolan klub internal Persebaya Surabaya itu mencetak gol kedua pribadinya dalam pertandingan tersebut.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
