
Andre Oktaviansyah menunjukkan mental baja untuk fokus berlatih, meskipun harus absen di laga kontra PSBS Biak pada pekan keenam Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7)
JawaPos.com — Gelandang muda Persebaya Surabaya, Andre Oktaviansyah, yang akrab dijuluki Cobra sedang menghadapi ujian berat dalam kariernya. Pemain berusia 21 tahun ini harus menepi dari lapangan selama tiga pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Persita Tangerang pada 14 September 2024.
Namun, meskipun dihantam hujatan dan kritik dari berbagai pihak, Cobra menunjukkan mental baja dan memilih untuk fokus berlatih agar kembali ke skuad utama Persebaya Surabaya.
Absennya Andre dari skuad Green Force bukanlah akibat cedera, melainkan hukuman tambahan dari Komisi Disiplin PSSI. Pada laga melawan Persita, wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Andre. Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, keputusan wasit berubah menjadi kartu merah karena Andre kedapatan memukul pemain lawan, Badrian Ilham. Kejadian ini membuat Andre harus menepi tidak hanya dalam satu pertandingan, melainkan tiga laga berturut-turut.
Komisi Disiplin PSSI pun mengeluarkan surat keputusan bernomor 015/L1/SK/KD-PSSI/IX/2024 yang memperpanjang hukuman Andre. Dalam surat tersebut, Andre tidak hanya dijatuhi larangan bermain sebanyak dua pertandingan tambahan, tetapi juga dikenai denda sebesar Rp10 juta. Dengan demikian, total Andre absen dalam tiga laga, yaitu satu laga karena kartu merah dan dua laga sebagai sanksi tambahan.
Meski dihantam kritikan, Andre Oktaviansyah tetap fokus pada hal yang lebih penting: berlatih keras untuk memperbaiki dirinya. Alih-alih tenggelam dalam tekanan dan hujatan, Andre memilih untuk membiarkan kritik berlalu dan berkonsentrasi pada peningkatan performanya di lapangan. Mental baja inilah yang membedakan Andre dari pemain lain yang mungkin akan terpengaruh oleh situasi serupa.
Dalam unggahannya di Instagram menjadi bukti tekad kuat Andre. "I don’t care whatever u say, life must going on, keep pushing yourself,” tulisnya di story Instagram, memperlihatkan bahwa dia tidak terlalu peduli dengan omongan orang lain.
Bagi Andre, fokusnya adalah terus mendorong diri untuk menjadi lebih baik dan kembali berkontribusi maksimal bagi tim setelah masa hukuman selesai.
Tak bisa dipungkiri, tekanan yang diterima Andre setelah insiden kartu merah tersebut cukup besar. Sebagai pemain muda, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi, terutama setelah dia mulai menunjukkan perkembangan signifikan di Liga 1 Indonesia musim ini.
Namun, Andre memilih untuk tidak terpengaruh oleh tekanan tersebut dan tetap menjaga fokus pada latihan dan persiapan untuk kembali bermain.
Selama absen, Andre terus mengikuti latihan bersama tim. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah atau terpengaruh oleh kritik. Sebaliknya, Cobra berusaha memanfaatkan waktu ini untuk memoles performanya, baik dalam hal fisik maupun mental.
Tim pelatih Persebaya Surabaya juga memberikan dukungan penuh kepada Andre, dengan harapan bahwa setelah masa hukuman berakhir, dia bisa kembali tampil maksimal di lapangan.
Meski demikian, insiden kartu merah tersebut tentu menjadi pelajaran berharga bagi Andre. Pemain berusia muda seperti dirinya perlu memahami bahwa emosi yang tidak terkendali bisa merugikan tim, terutama dalam kompetisi seketat Liga 1.
Sebagai seorang gelandang, tanggung jawab Andre di lini tengah sangat besar. Dia harus bisa menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, serta menjaga keseimbangan tim di lapangan.
Andre Oktaviansyah sendiri telah meminta maaf kepada rekan setimnya dan kepada Badrian Ilham atas insiden tersebut. Dia berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.
Andre juga berjanji kepada pelatih Paul Munster bahwa dia akan terus bekerja keras untuk kembali ke skuad utama dan membantu Persebaya Surabaya mencapai target di Liga 1 Indonesia musim ini.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
