
Dodik Suprayogi, kepala desa Kepatihan, Gresik yang merupakan mantan pemain Persebaya saat bertugas di Kantor Balai Desa Kepatihan, Gresik, Selasa, 6 Juli 2020. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Dodik Suprayogi adalah nama yang tak asing bagi penggemar Persebaya Surabaya. Dalam sejarah panjang klub berjuluk Green Force itu, Dodik Suprayogi menjadi salah satu pemain yang meninggalkan jejak manis dengan performa cemerlangnya di lapangan.
Salah satu momen paling ikonik yang selalu dikenang adalah ketika Dodik Suprayogi mampu menjebol gawang tim raksasa Belanda, PSV Eindhoven, dalam sebuah pertandingan persahabatan.
Momen tersebut terjadi pada Januari 1996, di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya. Saat itu, Persebaya berhadapan dengan PSV Eindhoven dalam sebuah laga persahabatan yang penuh gengsi. PSV Eindhoven bukanlah tim sembarangan. Mereka adalah salah satu klub elite Eropa yang diperkuat oleh pemain-pemain kelas dunia.
Nama-nama seperti Jaap Stam dan Wilfred Bouma, dua bek muda yang kelak menjadi andalan tim nasional Belanda, turut menghiasi skuad PSV kala itu.
Laga baru berjalan empat menit ketika Dodik Suprayogi mencetak gol yang menjadi penyeimbang bagi Persebaya. Gol tersebut lahir dari umpan silang apik yang dilepaskan oleh Plamen Kazakov, pemain asal Bulgaria yang beroperasi di sisi kiri lapangan.
Plamen Kazakov, dengan gerakan lincahnya, melakukan tusukan dari sayap kiri, mengirimkan umpan datar yang akurat ke tengah kotak penalti. Di sana, Dodik Suprayogi sudah siap menyambut dengan kaki terarah. Tanpa ragu, tendangan keras Dodik Suprayogi merobek gawang PSV Eindhoven, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah PSV Eindhoven unggul melalui gol cepat Wim Jonk pada menit ketiga.
Gol itu bukan sekadar gol biasa. Bagi Dodik Suprayogi, itu adalah salah satu pencapaian terbesar dalam karier sepak bolanya. "Karena yang saya hadapi ini pemain-pemain kelas dunia. Levelnya berbeda,” ujarnya dikutip dari koran Jawa Pos edisi 9 Juli 2020.
Kebahagiaan Dodik Suprayogi semakin bertambah karena dirinya berhasil mencetak gol melawan salah satu tim terbaik di Eropa. Meskipun pada akhirnya Persebaya harus mengakui keunggulan PSV Eindhoven dengan skor akhir 2-6, gol Dodik Suprayogi tetap menjadi sorotan dan kenangan yang akan selalu diingat oleh para penggemar sepak bola Surabaya.
Keberhasilan Dodik Suprayogi mencetak gol tersebut tidak lepas dari mentalitas khas Suroboyoan yang dimilikinya. Meskipun secara postur tubuh Dodik Suprayogi kalah jauh dibandingkan dengan bek-bek PSV yang berpostur tinggi besar, hal itu tidak menyurutkan semangatnya.
Dodik Suprayogi justru tampil berani dan tidak gentar menghadapi pemain-pemain dengan nama besar. "Sebagai striker, kami ini kan ujung tombak. Bagaimana caranya memanfaatkan peluang sekecil mungkin. Ada peluang, tebas. Alhamdulillah kok jadi gol," kenang Dodik Suprayogi.
Dodik Suprayogi dikenal sebagai striker yang memiliki insting tajam di depan gawang. Dia mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan baik. Gol ke gawang PSV Eindhoven menjadi bukti sahih dari ketajaman seorang Dodik Suprayogi.
Meskipun pada akhirnya Persebaya kalah, Dodik Suprayogi tetap bersyukur karena dia pernah memiliki kesempatan untuk menghadapi tim dengan kualitas terbaik seperti PSV Eindhoven.
Namun, kisah perjalanan karier Dodik Suprayogi tidak hanya tentang momen indah mencetak gol ke gawang PSV Eindhoven. Sebelum mencapai puncak kariernya bersama Persebaya, Dodik harus melalui perjalanan yang berliku.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Sasana Bhakti Surabaya pada 1989, Dodik Suprayogi memutuskan untuk mengikuti program transmigrasi bersama keluarganya ke Rantauprapat, Sumatera Utara. Di sana, dia bergabung dengan tim Perserikatan PSDS Deli Serdang, yang menjadi langkah awal karier profesionalnya.
Setelah semusim berseragam PSDS Deli Serdang, Dodik Suprayogi memutuskan untuk hijrah ke Mitra Surabaya pada 1990. Namun, perpindahan ini tidak berjalan mulus.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
