Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 22.41 WIB

Cerita Unik Pemain Persebaya Surabaya di Liga 2 2017: Nobar Film Pele untuk Memompa Motivasi di Lapangan

Pemain Persebaya, dari kiri, Thaufan Hidayat, Kurniawan Karman, Adam Maulana, Muhammad Syaifuddin dan Abdul Azis para pemain Persebaya nonton bareng film - Image

Pemain Persebaya, dari kiri, Thaufan Hidayat, Kurniawan Karman, Adam Maulana, Muhammad Syaifuddin dan Abdul Azis para pemain Persebaya nonton bareng film

JawaPos.com — Nama Edson Arantes do Nascimento mungkin tidak terlalu dikenal oleh sebagian besar orang. Namun, jika nama Pele disebut, hampir semua pecinta sepak bola di seluruh dunia pasti paham.

Pele, legenda sepak bola asal Brasil, menjadi inspirasi bagi banyak pemain, termasuk pemain-pemain Persebaya Surabaya. Menjelang laga perdana babak 16 besar Liga 2 2017, skuad Green Force melakukan persiapan yang tak biasa: menonton film bersama.

Selain fokus berlatih keras di lapangan, Persebaya Surabaya kala itu memiliki bentuk latihan lain yang unik dan inovatif. Pada 18 September 2017, setelah melakukan latihan fisik dan teknik pada pagi hari di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, para pemain dikumpulkan lagi pada sore harinya.

Mereka berkumpul di salah satu ruang apartemen di kawasan Surabaya Barat untuk nonton bareng (nobar) film berjudul Pele: Birth of a Legend. Film yang diproduksi pada 2016 ini menceritakan perjalanan hidup Pele dari masa kecilnya hingga menjadi legenda sepak bola dunia.

Sebanyak 24 pemain dibagi menjadi empat kelompok untuk menonton film tersebut secara bergantian. Kelompok pertama terdiri dari enam pemain Persebaya Surabaya kala itu: Irfan Jaya, Kurniawan Karman, Thaufan Hidayat, M. Syaifuddin, Adam Maulana, dan Abdul Aziz. Selain menonton, keenam pemain ini diminta menuliskan kesan, pesan, dan pendapat mereka tentang film tersebut. Sambil memegang selembar kertas dan bolpoin, mereka terlihat serius menonton film itu.

Sesekali, mereka mengisi kertas kosong yang dipegang dengan beberapa tulisan. Isinya bermacam-macam, mulai dari kutipan dialog dalam film, teknik bermain bola yang dipraktikkan Pele, hingga makna tersirat yang ada. Tiap pemain dibebaskan menulis apa pun yang berhubungan dengan film tersebut.

Kurniawan Karman, pemain Persebaya Surabaya kala itu, banyak menceritakan tentang jati diri seorang Pele. Jati diri yang berani ditunjukkan ketika banyak orang mencela gaya bermainnya.

"Saya jadi sadar, tidak perlu jadi orang lain untuk hebat. Cukup jadi diri sendiri," ujarnya dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya. Dia juga salut dengan perjuangan Pele.

Menurutnya, film tersebut memberinya inspirasi di lapangan bahwa kesuksesan selalu berasal dari kemauan keras dan pantang menyerah. "Memotivasi saya untuk terus melakukan yang terbaik. Pele yang bukan siapa-siapa jadi legenda karena itu," katanya.

Adam Maulana, pemain Persebaya Surabaya kala itu, juga setuju dengan pendapat Kurniawan. Menurutnya, film itu cukup memberikan semangat bagi pemain muda seperti dirinya. Pele yang berasal dari keluarga miskin bisa jadi legenda karena punya semangat dan tekad yang kuat.

"Pele memberi bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk ikut mengharumkan nama bangsa. Luar biasa pokoknya," ungkapnya.

Staf pelatih Persebaya Surabaya kala itu, Noor Arief, menjelaskan tujuan diadakannya nobar tersebut adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri pemain. Pemain juga diharapkan berani mengemukakan pendapat di depan umum.

"Kelompok-kelompok itu berdiskusi tentang film. Di situ intinya mereka harus berpendapat, harus bicara," jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore