
Laga uji coba Persebaya Surabaya kontra Barito Putera berakhir dengan keunggulan Laskar Antasari 3-0. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan telak dalam laga uji coba melawan Barito Putera di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (20/7) malam.
Dalam pertandingan tersebut, Laskar Antasari berhasil menundukkan Green Force dengan skor akhir 3-0. Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Persebaya sebelum mengarungi Liga 1 2024/2025.
Barito Putera tampil dominan sejak awal pertandingan dan mampu mencetak tiga gol tanpa balas. Gol pertama dicetak oleh Lucas Gama pada menit ke-28 melalui skema tendangan bebas yang apik. Eksel Runtukahu menggandakan keunggulan Barito pada menit ke-56, juga melalui tendangan bebas.
Rizky Pora menutup kemenangan Barito dengan gol ketiga pada menit ke-80, lagi-lagi dari situasi bola mati. Ketiga gol tersebut menjadi perhatian khusus bagi pelatih Persebaya, Paul Munster, untuk mengevaluasi kinerja timnya dalam mengantisipasi situasi bola mati.
Paul Munster mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum memulai kompetisi Liga 1. "Kita mempunyai empat peluang yang seharusnya berbuah gol. Ini masalah. Kita harus menghentikan situasi ini sebelum Liga 1 mulai. Pertahanan kita cukup baik, tidak ada tendangan yang mengarah ke gawang, tetapi kita lengah mengantisipasi bola mati," kata Munster dalam wawancara yang dikutip dari Instagram resmi Persebaya Surabaya.
Pelatih asal Irlandia Utara itu menambahkan bahwa laga uji coba ini sangat penting untuk mengetahui kesalahan dan memperbaikinya sebelum kompetisi resmi dimulai.
Persebaya sebenarnya memiliki beberapa peluang emas dalam pertandingan tersebut. Pada menit ke-34, Mohammed Rashid memberikan umpan matang kepada Malik Risaldi di dalam kotak penalti. Malik berhasil melewati satu pemain lawan dan langsung melepaskan tendangan, namun bola masih bisa ditangkap oleh kiper Barito, Satria Tama.
Satu menit berselang, Francisco Rivera juga memiliki peluang. Rashid dari sisi kanan melepaskan umpan lambung ke dalam kotak penalti, dan Rivera memenangkan duel udara dengan menyundul bola ke arah gawang. Sayangnya, bola melambung tipis di atas mistar gawang.
Kekalahan ini memicu beragam reaksi dari netizen di kanal Instagram Persebaya Surabaya. Banyak yang memberikan dukungan dan dorongan semangat kepada tim kesayangan mereka. "CUMA UJI COBA BOSS DI ETREK ETREK PERSEBAYA WES TALAH BARITO PAS LIGA MULAI," tulis salah satu netizen. "Jadikan uji coba sebagai pelajaran berharga, agar nanti pas liga mulai Persebaya selalu menang di setiap laga," ujar netizen lainnya. Mereka berharap agar kekalahan ini menjadi motivasi bagi para pemain untuk tampil lebih baik saat kompetisi Liga 1 dimulai.
Beberapa netizen juga mengingatkan bahwa tujuan utama dari laga uji coba adalah untuk mencari kelebihan dan kekurangan tim. "Uji coba kalah gpp jol, penting pas liga buktikan," ujar seorang netizen. "Laga uji coba itu mencari kelebihan dan kekurangan tim sepak bola, kalah dan menang di pertandingan sepak bola itu karena faktor komposisi pemain, skill dan stamina pemain, strategi pelatih, dan keberuntungan," tambah netizen lainnya.
Netizen lain juga mengingatkan bahwa masih ada waktu bagi Persebaya untuk berbenah sebelum Liga 1 dimulai. "Masih banyak waktu berbenah jol...," tulisnya. Dukungan dan optimisme dari para penggemar tentunya sangat penting bagi tim untuk terus berkembang dan memperbaiki performa mereka.
Kekalahan dalam laga uji coba ini memang mengecewakan, namun juga memberikan pelajaran berharga bagi Persebaya Surabaya. Paul Munster dan tim pelatih kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai area yang perlu diperbaiki, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati. Dengan semangat dan kerja keras, diharapkan Persebaya dapat memperbaiki kelemahan mereka dan tampil lebih solid di kompetisi Liga 1.
Persiapan yang matang dan evaluasi menyeluruh dari setiap pertandingan uji coba akan menjadi kunci bagi Persebaya untuk meraih hasil maksimal di Liga 1 2024/2025. Dengan dukungan penuh dari para penggemar setia, Persebaya Surabaya diharapkan mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaik mereka di lapangan.
Laga uji coba melawan Barito Putera ini juga menunjukkan bahwa Persebaya masih memiliki potensi besar, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan. Para pemain muda dan talenta baru diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Dengan demikian, Persebaya Surabaya dapat kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia.
Pembuktian sesungguhnya bagi Persebaya Surabaya akan terjadi di Liga 1. Kekalahan dalam laga uji coba ini seharusnya tidak dijadikan alasan untuk pesimistis, melainkan sebagai motivasi untuk terus berbenah dan memperbaiki diri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
