Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 April 2024 | 22.29 WIB

Kisah Pemain Bintang Semen Padang, Didier Zokora yang ‘Hajar’ Pemain Rasis Emre Belozoglu

BINTANG SEMEN PADANG: Aksi Didier Zokora (kiri) ketika berduel dengan Andrea Pirlo dalam pertandingan Liga Eropa, di Stadion Juventus, Turin, Italia. (wptrabzon) - Image

BINTANG SEMEN PADANG: Aksi Didier Zokora (kiri) ketika berduel dengan Andrea Pirlo dalam pertandingan Liga Eropa, di Stadion Juventus, Turin, Italia. (wptrabzon)

JawaPos.com — Didier Zokora, nama yang menggema di dunia sepak bola, tidak hanya dikenal karena kepiawaian tekniknya di lapangan, tetapi juga karena dendam yang membara di dalamnya.

Sebagai pemain bintang yang diharapkan mengangkat citra Semen Padang di Liga 1 2017, Didier Zokora membawa cerita yang tak terduga dari persaingan sengitnya selama bertugas di lapangan.

Penghargaan sebagai pemain marquee di Liga 1 2017 merupakan pengakuan atas rekam jejak gemilang Didier Zokora. Dari panggung Piala Dunia hingga panggung Eropa, Didier Zokora telah mencatat sejarah gemilang bersama tim-tim besar seperti Tottenham Hotspur, Sevilla, dan timnas Pantai Gading. Bahkan, di usianya menginjak 36 tahun saat itu bukanlah halangan, karena kualitasnya tak tertandingi di lapangan.

Namun, di balik kilau gemerlapnya, tersembunyi kisah kelam yang melibatkan rivalitas sengit dengan gelandang kontroversial, Emre Belozoglu. Perseteruan antara Didier Zokora dan Emre Belozoglu telah mengukir cerita yang tak terlupakan di Liga Turki, menghadirkan drama dan ketegangan di atas lapangan.

Pertikaian itu berawal dari insiden pada musim 2011/2012, ketika Trabzonspor bertemu dengan Fenerbahce. Emre Belozoglu, dengan ucapan yang rasis, memicu kemarahan Didier Zokora dengan menghina secara terang-terangan. Meskipun Belozoglu Emre dihukum karena ucapannya yang tidak senonoh, dendam Didier Zokora tetap menyala.

Fuc*** Nig**!" ucap Emre Belozoglu kepada Didier Zokora kala itu.

Dendam itu mencapai puncaknya dalam bentuk tekel keras yang dilancarkan Didier Zokora pada pertemuan berikutnya antara kedua tim. Tidak hanya itu, Didier Zokora juga melancarkan serangan pada pertemuan-pertemuan berikutnya, menunjukkan betapa dalamnya luka dan dendam yang dia simpan terhadap Emre Belozoglu.

Tindakan Didier Zokora memang keras, namun pemain asal Pantai Gading ini menyatakan bahwa itu adalah balasan atas perlakuan tidak sportif yang dilakukan Emre Belozoglu. Perseteruan itu tidak hanya mencuat di lapangan, tetapi juga menggema di luar lapangan, membagi pendapat para penggemar sepak bola.

Namun, Didier Zokora bukanlah satu-satunya sasaran dari perilaku rasis di dunia sepak bola. Sejumlah pemain lainnya, termasuk Joseph Yobo, Tim Howard, Joleon Lescott, El Hadji Diouf, dan Al Bangura juga menjadi korban komentar-komentar rasis dari Emre Belozoglu. Kepribadiannya yang kontroversial telah mencoreng nama baiknya di mata banyak orang.

Tidak hanya itu, Emre Belozoglu juga pernah terlibat konfrontasi dengan pemain lain di Liga Turki, seperti Felipe Melo. Keterlibatannya dalam insiden-insiden kontroversial telah menciptakan bayang-bayang yang mengikuti kariernya di dunia sepak bola.

Dalam kisah ini, Didier Zokora bukan hanya menjadi pemain yang menggambarkan ketegangan di atas lapangan, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap perilaku rasisme di dunia sepak bola. Dendamnya yang membara pada Emre Belozoglu mencerminkan keinginannya untuk menegakkan keadilan dan menghapuskan diskriminasi di dalam olahraga yang dicintainya.

Sebagai pemain bintang yang sempat bergabung dengan Semen Padang, Didier Zokora membawa cerita yang menginspirasi di lapangan. Keberadaannya tidak hanya memberikan warna baru bagi timnya, tetapi juga menjadi teladan bagi para pemain muda untuk berdiri teguh dalam menghadapi segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan.

Di balik gemerlapnya panggung Liga 1 2017, terdapat kisah yang lebih dalam tentang perjuangan dan keteguhan hati. Kisah tentang Didier Zokora dan dendamnya kepada Emre Belozoglu adalah cermin dari kekuatan yang muncul dari kesulitan dan tantangan.

Dan, di akhir cerita, yang tetap bersinar adalah semangat untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di lapangan hijau yang begitu luas ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore