
SANG PENYELAMAT: Persebaya Marselino Ferdinan (dua dari kiri) dikerubungi rekan-rekannya saat merayakan gol yang dia cetak ke gawang Arema tadi malam. RIANA SETIAWAN/JAWA POS
JawaPos.com-Derby Jawa Timur antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya tadi malam berakhir imbang 2-2. Hasil imbang pada laga di Stadion Manahan, Solo itu tentu sangat disesalkan oleh pendukung Arema FC.
Sebab, mereka sempat unggul 2-0 hingga menjelang berakhirnya babak pertama. Gol pembuka Singo Edan-julukan Arema FC diceploskan Carlos Fortes melalui titik penalti pada menit ke-11. M. Rafli menggandakan skor buat Arema pada menit ke-21.
Namun, Samsul Arif Munip bisa memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol Samsul Arif tercipta pada menit ke-38. Petaka terjadi pada menit ke-53. Saat itu Arema harus bermain dengan sepuluh pemain lantaran Dendi Santoso menerima kartu kuning kedua.
Dendi diusir setelah dua kali melakukan pelanggaran terhadap Reva Adi. Green Force-julukan Persebaya pun bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Tim kebanggaan Bonek ini terhindar dari kekalahan setelah tendandan roket Marselino Ferdinan menembus gawang Singo Edan.
Air mata Marselino Ferdinan pun langsung pecah. Gol yang dinantinya setelah naik ke tim senior Persebaya musim ini akhirnya tiba. Apalagi, gol tersebut diciptakannya ketika Green Force melawan rival klasik.
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso memuji setinggi langit Marselino. Selain berhasil mencetak gol penyama kedudukan dan membuat timnya terhindar dari kekalahan, pesepakbola berusia 17 tahun itu menurutnya mengalami perkembangan yang cukup pesat.
''Dua tendangan dari luar kotak penalti dilakukannya. Satu gol satu ditepis kiper. Saya menilai Marsel punya masa depan yang cerah,'' ungkap Aji.
Aji mengakui, andai Marselino, Rachmat Irianto, hingga kiper Ernando Ari dimainkan sejak awal pertandingan, mungkin hasil akan berbeda.
''Saya baru memasukkan di awal babak kedua karena kondisi mereka tidak memungkinkan main sejak awal. Mereka baru pulang dari Timnas Indonesia U-23,'' tuturnya.
Aji juga mengomentari soal kartu merah yang membuat Arema bermain dengan sepuluh pemain. ''Sepak bola hal seperti itu biasa, ada 11 lawan 10 malah kalah? Ada,'' jelas pria asal Malang tersebut.
Yang pasti, apa yang diperbuat anak asuhnya sudah maksimal. Mengingat Persebaya tampil pincang dengan ketidakhadiran Jose Wilkson yang cedera.
''Lawan menumpuk semua pemain di kotak penalti. Kami bisa menyamakan kedudukan sudah bagus,'' lanjutnya.
Yang jelas, secara keseluruhan Aji puas dengan apa yang diperlihatkan pemain di lapangan. Terlebih, satu poin yang didapat tadi malam sudah memenuhi targetnya di seri kedua.
''Saya menargetkan di seri kedua dapat 11 poin. Alhamdulillah sesuai target, malah bisa lebih jika lawan Persela golnya tidak dianulir wasit,'' ungkapnya.
Rachmat Irianto sependapat dengan Aji. Menurutnya, Persebaya sudah berjuang sangat maksimal. ''Harusnya bisa unggul lawan hanya main 10 orang. Tapi kami syukuri hasil imbang ini,'' katanya.
Pelatih Arema FC Eduardo Almeida juga salut dengan gol dari adik pemain Persebaya, Oktafianus Fernando tersebut. ''Seperti roket, saya tidak bisa melihatnya. Saya pikir gol itu luar biasa,'' terangnya.
Di luar itu, dia menuturkan hasil imbang adalah perolehan terbaik pemainnya. Mengingat skuadnya hanya bermain dengan 10 orang sejak menit ke-53. ''Kami tidak bisa mengontrol pertandingan, hanya mengandalkan counter attack. Jadi saya pikir sudah bagus kami bisa mendapat poin satu,'' tegasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
