Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 17.01 WIB

Buntut Kerusuhan Suporter Gresik United dengan Aparat Kepolisian, Begini Tanggapan Tegas PSSI

 
 
 

Para supporter Ultras Ricuh usai Gresik United kalah saat melawan Deltras FC dengan Skor 1-2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

 
JawaPos.com - PSSI tidak akan tinggal diam terhadap kerusuhan suporter dengan aparat keamanan pasca laga Gresik United vs Deltras FC, Minggu (19/11).
 
PSSI telah melakukan berkoordinasi dengan PSSI Asosiasi Provinsi (asprov) Jawa Timur terkait kericuhan suporter di pertandingan Liga 2 tersebut.
 
"Kami sudah berkoordinasi dengan Asprov Jawa Timur dan juga teman-teman suporter yang (berada) di Jawa Timur untuk bersama-sama berkoordinasi dengan kawan-kawan di Gresik dalam waktu dekat ini. Mungkin besok teman-teman itu akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur supaya kondisi kondusif, artinya kami saling bekerja sama," kata Komite Ad HOC PSSI Arya Sinulingga, Senin (20/11) seperti dikutip dari Antara.
 
Sebelumnya, sejumlah oknum suporter bentrok dengan pihak keamanan usai laga antara Gresik United melawan Deltras FC pada laga lanjutan putaran kedua Liga 2 Indonesia musim 2023/2024 di luar Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Minggu (19/11) sore.
 
Arya menambahkan koordinasi dengan suporter dari klub lain ini dilakukan agar situasi persepakbolaan Indonesia kembali kondusif, apalagi Indonesia kini tengah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.
 
 
"Timbul kericuhan seperti itu (oknum suporter dan pihak keamanan), tapi kita sudah minta koordinasi (kepada) mereka supaya secepatnya membuat situasi lebih baik dengan koordinasi dengan kepolisian dan juga dengan suporter untuk mendukung kondisi sepak bola kita di Jawa timur ya semakin baik gitu," sambung Arya.
 
Hingga berita ini dimuat, setidaknya sepuluh orang anggota polisi dan tujuh orang suporter mengalami luka ringan akibat kericuhan.
 
Kerusuhan tersebut bermula saat suporter tuan rumah ingin melakukan demo di depan pintu VIP untuk menyampaikan kekecewaan atas kekalahan tim. 
 
Namun, demo tersebut dihalau oleh petugas keamanan dan situasi makin memanas saat oknum suporter melakukan pelemparan batu.
 
Petugas yang tersulut kemudian merespon dengan menindak tegas hingga membuat para suporter yang akan demo tadi berlarian. 
 
Bahkan untuk mengendalikan massa, pihak kepolisan terpaksa melepas tembakan gas air mata.
 
"Alasannya karena eskalasi kericuhan, suporter makin beringas," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Dirmanto.
 
Dia mengakui bahwa ada Peraturan Kapolri (Perkapolri) Nomor 10/2022 yang melarang penggunaan gas air mata dalam pengamanan laga sepak bola. Namun, Dirmanto berdalih bahwa gas air mata dilarang jika digunakan di dalam stadion.
 
"(Pelarangan) itu di dalam stadion," ucapnya.
 
Dalam pertandingan antara Gresik United menghadapi tim tamu Deltras FC, tuan rumah takluk 2-1. Victor Bertomeo sempat membawa tuan rumah unggul 1-0 lewat penalti di menit 50.
 
Namun sekitar 12 menit berselang, Deltras menyamakan kedudukan menjadi 1-1, juga melalui penalti yang diselesaikan dengan baik oleh Rosalvo Junior.
 
Deltras yang diasuh oleh Widodo. C Putro ini sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit 66 melalui Risal Amin. Skor tersebut tidak berubah hingga babak kedua usai.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore