Gelandang Deltras FC Rezky Renaldi (kiri) dikawal pemain Persipa Pati Danu Syahputra di Stadion Joyokusumo, Pati, kemarin sore.
JawaPos.com – Lapangan sintetis menjadi momok bagi Deltras FC. Gara-gara itu, mereka hanya bermain imbang 2-2 kontra Persipa Pati di Stadion Joyokusumo, Pati, kemarin sore.
Padahal, The Lobster sempat bermain apik. Mereka unggul lebih dulu pada menit ke-45 melalui gol Wisal El-Burji. Tapi, tuan rumah mampu come back. Dua gol balasan dicetak Imam Witoyo (58’) dan Fendy Ninggar (68’).
Apa yang membuat Deltras FC kebobolan dua kali? ”Tidak mudah memang bermain di lapangan sintetis. Apalagi cuaca sangat panas. Panas bukan berasal dari atas (langit) saja, tapi juga dari bawah (lapangan sintetis). Makanya, saya mengajukan agar ada water break di setiap babak,” beber pelatih Deltras FC Widodo Cahyono Putro.
Sudah begitu, angin di lapangan juga sangat kencang. Hal itu mengganggu alur bola yang dimainkan. Meski begitu, Widodo tidak mau menjadikan itu sebagai alasan. ”Sebenarnya soal angin kencang ini sudah saya prediksi akan terjadi sejak kami melakukan official training. Makanya, anak-anak tetap bisa tampil fight,” jelas pelatih asli Cilacap itu.
Walau dalam tekanan, pemain The Lobster tetap habis-habisan. Beruntung, mereka mendapatkan gol penyeimbang. Adalah striker Persipa Jacob Nicanor yang mencetak gol bunuh diri tepat pada menit ke-90+5. Widodo mengaku lega.
”Saya sangat syukuri hasil satu poin ini,” kata mantan pelatih Bali United tersebut. Dengan hasil itu, berarti Deltras hat-trick seri di tiga laga away yang sudah dilakoni di Liga 2 musim ini. Sebelumnya, Deltras membawa pulang satu poin dari kandang PSCS Cilacap dan Persekat Tegal.
Bagi tuan rumah, hasil imbang kali ini benar-benar menyakitkan. Sang pelatih, Nazal Mustofa, mengaku geregetan karena kebobolan saat peluit panjang akan ditiupkan. ”Jelas kami sangat kecewa. Kurang satu menit, tapi kami malah kebobolan. Mencari poin di kandang itu sulit. Ini poin sudah di depan mata malah hilang,” kata Nazal.
Dia kecewa anak asuhnya tidak bisa memainkan tempo. Harusnya, saat sudah unggul 2-1, mereka diminta untuk memperlambat tempo permainan. Tujuannya, mempertahankan skor. ”Kalau tim lain kan bisa memperpanjang (mengulur) waktu. Tapi, kami malah tidak bisa. Pemain kami masih lugu-lugu,” ujar Nazal.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
