Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Oktober 2023 | 18.04 WIB

Deltras FC Hat-trick Seri di Kandang Lawan

 

Gelandang Deltras FC Rezky Renaldi (kiri) dikawal pemain Persipa Pati Danu Syahputra di Stadion Joyokusumo, Pati, kemarin sore.

JawaPos.com – Lapangan sintetis menjadi momok bagi Deltras FC. Gara-gara itu, mereka hanya bermain imbang 2-2 kontra Persipa Pati di Stadion Joyokusumo, Pati, kemarin sore.

Padahal, The Lobster sempat bermain apik. Mereka unggul lebih dulu pada menit ke-45 melalui gol Wisal El-Burji. Tapi, tuan rumah mampu come back. Dua gol balasan dicetak Imam Witoyo (58’) dan Fendy Ninggar (68’).

Apa yang membuat Deltras FC kebobolan dua kali? ”Tidak mudah memang bermain di lapangan sintetis. Apalagi cuaca sangat panas. Panas bukan berasal dari atas (langit) saja, tapi juga dari bawah (lapangan sintetis). Makanya, saya mengajukan agar ada water break di setiap babak,” beber pelatih Deltras FC Widodo Cahyono Putro.

Sudah begitu, angin di lapangan juga sangat kencang. Hal itu mengganggu alur bola yang dimainkan. Meski begitu, Widodo tidak mau menjadikan itu sebagai alasan. ”Sebenarnya soal angin kencang ini sudah saya prediksi akan terjadi sejak kami melakukan official training. Makanya, anak-anak tetap bisa tampil fight,” jelas pelatih asli Cilacap itu.

Walau dalam tekanan, pemain The Lobster tetap habis-habisan. Beruntung, mereka mendapatkan gol penyeimbang. Adalah striker Persipa Jacob Nicanor yang mencetak gol bunuh diri tepat pada menit ke-90+5. Widodo mengaku lega.

”Saya sangat syukuri hasil satu poin ini,” kata mantan pelatih Bali United tersebut. Dengan hasil itu, berarti Deltras hat-trick seri di tiga laga away yang sudah dilakoni di Liga 2 musim ini. Sebelumnya, Deltras membawa pulang satu poin dari kandang PSCS Cilacap dan Persekat Tegal.

Bagi tuan rumah, hasil imbang kali ini benar-benar menyakitkan. Sang pelatih, Nazal Mustofa, mengaku geregetan karena kebobolan saat peluit panjang akan ditiupkan. ”Jelas kami sangat kecewa. Kurang satu menit, tapi kami malah kebobolan. Mencari poin di kandang itu sulit. Ini poin sudah di depan mata malah hilang,” kata Nazal.

Dia kecewa anak asuhnya tidak bisa memainkan tempo. Harusnya, saat sudah unggul 2-1, mereka diminta untuk memperlambat tempo permainan. Tujuannya, mempertahankan skor. ”Kalau tim lain kan bisa memperpanjang (mengulur) waktu. Tapi, kami malah tidak bisa. Pemain kami masih lugu-lugu,” ujar Nazal. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore