Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Desember 2019 | 02.12 WIB

Kisah Kejayaan Persik di Liga Indonesia Tersimpan Rapi di Lemari

BUKTI PRESTASI: Subiyantoro (kanan) dan Beny Kurniawan memegang dua trofi Persik di Mes Persik Kediri, Jumat (29/11) Bangga-CEO Persik Kediri Subiyantoro(kanan) dan manajer Persik Kediri Beny Kurniawan memegang piala Persik Juara 1 Liga bank mandiri 2003 - Image

BUKTI PRESTASI: Subiyantoro (kanan) dan Beny Kurniawan memegang dua trofi Persik di Mes Persik Kediri, Jumat (29/11) Bangga-CEO Persik Kediri Subiyantoro(kanan) dan manajer Persik Kediri Beny Kurniawan memegang piala Persik Juara 1 Liga bank mandiri 2003

JawaPos.com - Lemari  itu berdiri ”angkuh” di ruang tamu. Di depan pintu masuk. Seperti hendak mengabarkan kepada siapa pun yang datang tentang kisah kejayaan Persik Kediri.

Di dalam lemari itu memang tersimpan rapi piala-piala yang pernah diraih kesebelasan berjuluk Macan Putih tersebut. Yang paling mentereng tentu dua piala penanda Persik juara Liga Indonesia.

Gelar yang direngkuh tim yang bermarkas di tepi Kali Brantas tersebut pada musim 2003 dan 2006. Di dalam lemari itu juga tersimpan dua piala juara kompetisi kasta kedua yang didapatkan oleh Persik pada musim 2002 dan 2019.

Terdapat pula piala juara Liga 3 musim 2018 dan lima lambang supremasi juara Piala Gubernur Jawa Timur. Bersama dengan Persela Lamongan, Persik tercatat sebagai pengoleksi gelar terbanyak Piala Gubernur Jawa Timur. Dan, piala-piala itu paling banyak diraih Persik dalam rentang 2002 hingga 2008. Masa ketika tim dari Kota Tahu tersebut begitu disegani di belantika sepak bola Indonesia.

”Kami tempatkan di sini sebagai penanda untuk mengenang kehebatan Persik. Bagaimanapun, kami tidak pantas dan tidak boleh melupakannya,” kata CEO Persik Subiyantoro.

Dan, lemari itu menempati salah satu ruang di Mes Persik yang berlokasi di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Kediri. Mes yang menyatu dengan kantor Persik. Kantor menempati bagian depan kiri mes. Sedangkan di sisi kanan terdapat ruang pertemuan pemain. Dua ruangan itu mengapit ruang tamu tempat lemari penyimpan piala-piala berdiri.

Di belakang ruangan-ruangan tersebut barulah terdapat enam kamar yang berukuran besar, tempat penggawa Persik beristirahat. Di bagian lebih belakang ada ruang makan, tempat ibadah, dan ruang masak.

”Kami sengaja menyatukan mes pemain dan kantor agar pemain dan pengurus lebih menyatu. Demikian juga dengan piala ini, keberadaannya untuk menjaga spirit kami,” terang Toro, sapaan Subiyantoro.

Mes Pemain dan kantor tersebut merupakan ”tempat baru”. Sudah hampir sembilan tahun ini mes pemain berpindah dari lokasi lama yang berjarak 100 meter di timur mes baru. Mes tempat pemain-pemain yang dulu mengantarkan Persik menjuarai Liga Indonesia musim 2003 dan 2006 telah bersalin rupa menjadi kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kediri.

Selain Stadion Brawijaya, Kediri, yang tak banyak berubah, di lemari tempat menyimpan piala-piala itulah jejak cerita kejayaan Persik masih bisa ditemui. Sebab, Sekretariat Persik di Jalan Diponegoro dan mes pemain yang lama sudah berganti fungsi.

Satu jejak kejayaan Persik lainnya, perumahan pemain Persik di Dadapan, Kecamatan Pesantren, Kediri, juga segera dialihfungsikan menjadi lahan pertanian.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore