
Photo
JawaPos.com – Ketika pertandingan sudah memasuki menit-menit terakhir, pelatih PSM Makassar Darije Kalezic lebih sering mengajak suporter untuk bersuara lebih kencang memberikan semangat. Sebab, pasukannya di lapangan hanya menunggu beberapa menit untuk menuju gelar.
Dan, akhirnya Kalezic bisa lega. Wasit Fariq Hitaba akhirnya meniup peluit panjang. Para pemain PSM langsung merayakannya. Begitu pula dengan suporter yang gegap gempita di tribun Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Tuan rumah baru saja menjuarai Kratingdaeng Piala Indonesia.
Photo
PSM Makassar
Klub berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu meraih gelar itu setelah menang 2-0 atas Persija dalam leg kedua final. Aaron Evans membuka keunggulan PSM pada menit ketiga dan Zulham Zamrun menggandakannya pada menit ke-49. Mereka pun unggul agregat 2-1 atas Persija.
Kemenangan yang membuat berakhir sudah penantian panjang PSM untuk kembali berpesta juara. Kali terakjhir mereka melakukannya 19 tahun lalu tatkala menjuarai Liga Indonesia. Setelah dalam dua musim terakhir selalu nyaris juara di Liga 1, akhirnya trofi mereka dapatkan di Kratingdaeng Piala Indonesia. Mereka seperti terkena kutukan nyaris juara. Tapi, kini sudah berakhir.
PSM lebih dominan dalam menyerang. Tercatat, mereka punya 16 kali tembakan dan delapan di antaranya tepat ke arah gawang. Berbeda dengan Persija yang hanya mampu mengoleksi enam tembakan. Situasi Persija memang lebih sulit lagi setelah hanya bermain 10 orang di lapangan.
Penyebabnya, Sandi Sute diusir dari lapangan akibat melanggar M. Arfan pada menit ke-33. Itu adalah kartu kuning keduanya. Dalam laga tadi, wasit memang mengobral kartu. Para pemain Persija mendapatkan enam kartu kuning plus satu kartu merah.
Aaron Evans, pemain PSM Makassar merayakan keberhasilan meraih Piala Indonesia usai mengalahkan tim Persija pada babak final di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, kemarin (6/8). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
Persija Jakarta
”Persija banyak mendapat kartu kuning untuk menghentikan kami. Bahkan, mereka juga mendapat kartu merah. Itu membuat mereka sedikit lemah,” kata Kalezic setelah pertandingan.
Di sisi lain, pelatih Persija Julio Banuelos tidak menyalahkan pasukannya atas kegagalan itu. Pelatih asal Spanyol itu memuji pasukannya yang bermain cukup baik. ”Beginilah final seharusnya,” katanya. Kini, dia meminta para pemain Persija untuk lebih fokus kepada Liga 1.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
