Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir (kanan) saat konferensi pers di Mabes Polri di Jakarta, Senin (26/6/2023).Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum Persatuan
JawaPos.com - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengancam memberikan sanksi berat bagi wasit nakal. Diketahui, para wasit ini diberikan kewenangan untuk memimpin pertandingan seluruh Liga di Indonesia, termasuk BRI Liga 1 yang kini telah memasuki pekan keempat.
Saat ini, sambung Erick, ada beberapa wasit yang dipanggil Bareskrim Polri. Mereka terindikasi melakukan permainan pengaturan skor di beberapa laga yang sudah lewat.
Meski dipanggil Kepolisian, tentu para wasit tersebut bersalah. Hanya wasit yang terlibat pengaturan skor yang akan menerima sanksi.
"Ada tiga yang harus kita tingkatkan. Pertama perwasitan, bahwa kalau ada wasit yang nakal pasti saya gigit, dan buktinya kan sudah ada beberapa yang dipanggil Bareskrim Polri kemarin, tapi bukan berarti mereka ditangkap karena apa-apa kan belum terbukti. Jadi intinya kalau mereka ikut main pengaturan skor pasti ditangkap," kata Erick Thohir dalam keterangannya, dikutip Selasa (25/7).
Selain hukuman dari kepolisian, sanksi larangan memimpin pertandingan seumur hidup menanti bagi wasit yang ikut terlibat permainan pengaturan skor.
"Dan kalau ditangkap oleh kepolisian ya dari kami pasti hukuman seumur hidup. Tapi ini kan perlu bukti," ujarnya.
Kendati menyiapkan sanksi tegas, Erik mengungkapkan, penting pula mengedepankan dan mengukur kemampuan wasit.
Pasalnya, wasit pun mengalami tekanan di lapangan saat memimpin pertandingan.
"Tetapi ada juga yang wasit ya karena mereka meniup salah karena mereka mungkin kemampuan atau tekanan di lapangan, nah itu memang harus ada hukuman-hukuman yang berbeda," terangnya.
Erik juga mengaku tak main-main soal hukuman yang akan di jeratkan bagi wasit nakal. Menurutnya, sanksi tersebut diusulkan untuk membangun integritas wasit di Indonesia.
Bahkan, untuk menunjang hak itu, bukan hanya sanksi yang disiapkan olehnya, sejumlah pelatihan yang menunjang kinerja wasit pun telah disiapkan.
"Satu, kita gigit kalau ada main-main pihak kepolisian sudah siap. kedua, kalau memang meniup salah kapabilitasnya kita didik, kita dorong. Kemarin ada pelatihan sudah dua kali. Yang ketiga teknologi, sehingga mengurangi kesalahan. Tetapi yang paling penting, bagaimana kita menuju Februari 2024 supaya bisa menekan kekurangan-kekurangan ini," ujar Erik.
Selain itu, fasilitas penunjang yang lain seperti tunjangan BPJS untuk wasit, sudah disiapkan. Menurutnya, apa yang difasilitasi PSSI harus dimaknai lebih oleh para wasit. PSSI serius memikirkan kesejahteraan wasit tanah air.
"Kalau yang lainnya saya rasa perwasitan sudah kasih BPJS semua, lalu penggajian pun bahkan kalau setahun niup 17 sampai 15 kali itu sudah standardisasi, dan ini yang kita dorong," bebernya

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
