Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Juni 2023 | 18.20 WIB

Persebaya Surabaya-Persis Solo Seduluran Saklawase

CEO Persebaya Azul Ananda foto bersama dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi dalam laga Surabaya 729 Game. (Persebaya) - Image

CEO Persebaya Azul Ananda foto bersama dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi dalam laga Surabaya 729 Game. (Persebaya)

JawaPos.com – Dua klub pendiri PSSI, dua klub inisiator KLB PSSI awal tahun lalu, Persis Solo dan Persebaya Surabaya telah menjalani laga persahabatan. Bertempat di Stadion Manahan, Sabtu (24/6), laga bertajuk Fire of Hope itu menjadi persiapan akhir kedua tim menyambut Liga 1 2023/2024.

Hubungan Persis dan Persebaya memang terbilang istimewa. Baik manajemen, maupun suporternya sangat dekat dan hangat.

Saat sepak bola Tanah Air terguncang akibat Tragedi Kanjuruhan, manajemen Persis dan Persebaya menjadi motor transformasi sepak bola Indonesia. Green Force dan Laskar Sambernyawa berkirim surat ke PSSI untuk segera melaksanakan KLB. PSSI pun memasuki era baru penuh harapan seperti saat ini.

Manajemen kedua tim sebelumnya juga berkolaborasi dalam merchandising. Wani Sakjose, demikian tagline kolaborasi kedua klub. Pertemuan antar manajemen juga sangat sering dilakukan demi kemajuan kedua klub dan sepak bola Indonesia pada umumnya.

Dalam hal persuporteran, Bonek dan suporter Persis termasuk yang paling mesra hubungannya. Dulu sekali pernah ada sejarah pertikaian. Namun, hal itu sudah dikubur dalam-dalam. Penanaman Pohon Cinta pada 2011 adalah salah satu momen penting dalam perdamaian suporter Surabaya-Solo.

Laga persahabatan Persis vs Persebaya di Manahan menegaskan persaudaraan Solo-Surabaya itu. Kian istimewa, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, mengundang Bonek untuk menyaksikan langsung friendly game di Stadion Manahan.

“Saya sudah bertemu Mas Azrul (Azrul Ananda, CEO Persebaya), kami sepakat suporter Persebaya bisa hadir di pertandingan,” kata Wali Kota Gibran dalam rapat koordinasi di Mapolresta, Solo. “Mari kita jaga bersama keamanan Solo, kuota untuk teman-teman Surabaya 500 pas, tidak 501 atau 502. Dan, semua harus datang secara terkoordinir,” lanjutnya.

Mas Gibran menyebut persaudaraan Solo-Surabaya adalah sesuatu yang istimewa. Harus terus dijaga. “Untuk teman-teman di Solo kita welcome yang dari Surabaya dengan terbuka. Kita tahun lalu di GBT disambut dengan sangat baik,” kata Gibran.

Tentang kuota untuk Bonek yang hanya 500, itu diputuskan karena sepak bola tanah air masih dalam masa transisi. Masih dalam pengawasan FIFA karena tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu. Jumlah yang dibatasi itu ditetapkan untuk meminimalisir risiko. Bahkan, dalam Liga 1 mulai 1 Juli nanti, PSSI telah memutuskan tidak boleh ada suporter tim tamu yang datang ke stadion.

Untuk memastikan kuota 500 pendukung Persebaya dipatuhi, Polresta Surakarta akan mengambil tindakan tegas kepada setiap suporter yang tidak terkoodinir yang datang ke kompleks Stadion Manahan. ”Humanis tapi tegas, kami akan langsung memulangkan suporter yang tidak terkoordinir dan tidak bertiket. Penjagaan juga akan kami lakukan sejak perbatasan masuk kota Solo,” kata Wakapolresta Surakarta AKBP Catur Cahyono.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas undangan Mas Gibran bagi Bonek menyaksikan uji coba Persebaya vs Persis di Manahan. Untuk teman-teman Bonek, mari kita jaga kepercayaan ini,” kata Azrul Ananda, CEO Persebaya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore