
Putusan komisi independen terkait pelanggaran aturan keuangan Manchester City memunculkan pertanyaan tentang masa depan kemitraan komersial klub. Etihad Airways memberikan bantahan tegas, sementara sejumlah sponsor lain memilih menunggu proses banding. (Dok. Givemesport)
JawaPos.com – Kasus pelanggaran aturan keuangan Manchester City memasuki babak baru setelah komisi independen pada 29 September 2026 menyatakan klub bersalah atas pelanggaran serius selama periode 2009–2018.
Putusan tersebut turut menyoroti hubungan komersial Manchester City dengan 41 mitra global dan regional. Perhatian tertuju pada kemungkinan dampak kasus terhadap kerja sama sponsor, terutama jika klub akhirnya menerima sanksi berat dari Premier League.
Komisi independen menemukan bahwa Manchester City menggunakan sejumlah kontrak komersial yang dinilai tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Skema tersebut dinilai bertujuan menggelembungkan pendapatan dan mengurangi biaya klub hingga lebih dari 900 juta pound sterling.
Manchester City menolak kesimpulan tersebut dan menempuh jalur banding. Hingga kini, sanksi akhir belum ditetapkan.
Laporan The Athletic menyebut pihaknya telah menghubungi seluruh 41 perusahaan yang tercatat sebagai mitra Manchester City. Sebanyak 13 perusahaan memberikan respons, sedangkan sejumlah mitra lainnya memilih tidak berkomentar atau tidak menanggapi pertanyaan.
Meski demikian, perusahaan-perusahaan sponsor tersebut tidak dinyatakan bersalah dalam perkara yang melibatkan Manchester City.
Etihad Airways Bantah Keterlibatan, Puma Pilih Menunggu
Etihad Airways menjadi salah satu mitra Manchester City yang memberikan tanggapan tegas. Maskapai asal Uni Emirat Arab itu telah menjadi sponsor utama di bagian depan jersey klub sejak 2009.
Kemitraan Etihad juga mencakup hak penamaan stadion dan kawasan latihan klub yang dikenal sebagai Etihad Campus.
Baca Juga:Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Dalam pernyataan kepada The Athletic pada 30 September, Etihad Airways secara tegas menolak kesimpulan atau implikasi yang mengaitkan perusahaan dengan pengaturan komersial tidak semestinya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022