
Lionel Messi memutuskan pensiun dari Timnas Argentina, dan rencana nomor 10 miliknya dipensiunkan terganjal aturan FIFA. (givemesport)
JawaPos.com - Lionel Messi secara resmi telah melepas seragam nomor 10 yang ikonik setelah pensiun dari sepak bola internasional.
Pemain berusia 39 tahun itu mengalami masa-masa berat, baik secara profesional maupun pribadi, dalam beberapa bulan terakhir. Ia kalah di final Piala Dunia 2026 hanya beberapa minggu sebelum ayahnya, Jorge, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Kini, di pengujung kariernya, Messi telah melakoni pertandingan terakhirnya di kancah internasional untuk kali kedua, setelah sebelumnya sempat pensiun pada 2016. Ia tercatat sebagai pemain terhebat sepanjang masa dan salah satu yang terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Muncul berbagai spekulasi mengenai nasib jersey ikonik bernomor punggung 10 setelah Messi pensiun. Sempat muncul usulan agar nomor tersebut dipensiunkan bersamaan dengan pensiunnya sang playmaker bertubuh mungil itu.
Namun, aturan FIFA tampaknya menjadi penghalang bagi penghormatan semacam itu. Beberapa klub dan tim memang pernah memensiunkan nomor punggung pemain saat mereka hengkang; contoh terbarunya adalah nomor 20 di Liverpool setelah kematian tragis Diogo Jota pada 2025.
Bahkan sosok legendaris Diego Maradona—yang jejak kariernya diikuti oleh Messi—mendapat penghormatan dari Napoli berupa pemensiunan nomor punggung 10 miliknya. Namun, mengapa Argentina tidak melakukan hal serupa saat sang superstar ikonik itu gantung sepatu?
Hal ini dikarenakan aturan FIFA mewajibkan tim nasional untuk menetapkan nomor punggung secara berurutan bagi setiap pemain. Sebagai contoh, tim-tim nasional harus memberikan nomor punggung 1 hingga 26 kepada para pemain mereka untuk Piala Dunia 2026.
Claudio Tapia, presiden federasi sepak bola Argentina, mungkin akan kecewa dengan peraturan tersebut. Sebelumnya pada 2024, ia sempat menyatakan (seperti dilansir Marca): "Jersey nomor 10 Argentina akan dipensiunkan saat Messi mengakhiri karier profesionalnya."
Menggantikan kemampuan dan kepemimpinan Messi di lapangan akan menjadi tugas yang mustahil bagi La Albiceleste. Sosok jenius bertubuh mungil ini secara luas dianggap sebagai pesepak bola terhebat sepanjang masa, dan rekan-rekan setimnya rela berjuang habis-habisan demi dirinya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022