Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 15.37 WIB

Rusia Ikut Piala Dunia U-15 di Azerbaijan, Ukraina Lakukan Boikot dan Kecam Keputusan FIFA

Rusia ikuti kompetisi FIFA pertama sejak invasi ke Ukraina pada 2022. (Instagram/@rfsruofficial) - Image

Rusia ikuti kompetisi FIFA pertama sejak invasi ke Ukraina pada 2022. (Instagram/@rfsruofficial)

JawaPos.com - Ukraina menyerukan negara-negara lain untuk memboikot Piala Dunia U-15 yang akan digelar di Azerbaijan pada Oktober setelah FIFA konfirmasi keikutsertaan Rusia.

Turnamen itu akan menjadi kompetisi FIFA pertama yang diikuti Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Keikutsertaan Rusia dalam ajang Piala Dunia dan Festival U-15 di Azerbaijan telah dikonfirmasi pada Jumat (18/9). 

Menteri Pemuda dan Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi mengecam keputusan itu. Bidnyi menilai partisipasi Rusia dalam turnamen dengan membawa simbol nasional merupakan bentuk legitimasi terhadap negara yang disebut Ukraina sebagai agresor.

“Komunitas olahraga internasional harus mempertahankan persatuan dan konsistensi prinsip, tanpa memberikan konsesi kepada negara agresor,” kata Bidnyi dikutip dari ESPN.

Menurut Bidnyi, format festival yang digunakan FIFA tidak mengubah persoalan mengenai keikutsertaan Rusia.

Bidnyi menilai kehadiran tim U-15 Rusia dengan simbol-simbol nasional memberi kesempatan Rusia untuk menampilkan simbol negara dan menyebarkan propaganda.
 
“Festival sepak bola FIFA di Azerbaijan yang menampilkan tim nasional U-15 Rusia dengan simbol-simbol resmi negara, tidak lain merupakan bentuk legitimasi terhadap negara teroris, meskipun dikemas dalam format festival tidak resmi. Hal ini merupakan upaya langsung untuk memberikan wadah bagi pihak Rusia guna memamerkan simbol-simbol negara dan menyebarkan propaganda Rusia,” kata Bidnyi.

Bidnyi juga mengaitkan keputusan FIFA dengan kondisi anak-anak Ukraina yang terdampak perang.

“Menurut Bring Kids Back UA, lebih dari 20 ribu kasus deportasi dan pemindahan paksa anak-anak Ukraina oleh Rusia telah terverifikasi. Hal inilah yang mendasari surat perintah penangkapan Vladimir Putin yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional. Kesempatan setara seperti apa yang bisa kita bicarakan ketika Rusia telah merampas masa kanak-kanak yang normal dari anak-anak kita?” ujar Bidnyi.

Ukraina kemudian mengapresiasi keputusan Islandia dan Jerman yang menolak berpartisipasi dalam acara itu. Bidnyi meminta asosiasi sepak bola negara lain mengikuti langkah serupa sebagai bentuk sikap terhadap keikutsertaan Rusia.

Editor: Edi Yulianto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore