
Rusia ikuti kompetisi FIFA pertama sejak invasi ke Ukraina pada 2022. (Instagram/@rfsruofficial)
JawaPos.com - Ukraina menyerukan negara-negara lain untuk memboikot Piala Dunia U-15 yang akan digelar di Azerbaijan pada Oktober setelah FIFA konfirmasi keikutsertaan Rusia.
Turnamen itu akan menjadi kompetisi FIFA pertama yang diikuti Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Keikutsertaan Rusia dalam ajang Piala Dunia dan Festival U-15 di Azerbaijan telah dikonfirmasi pada Jumat (18/9).
Menteri Pemuda dan Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi mengecam keputusan itu. Bidnyi menilai partisipasi Rusia dalam turnamen dengan membawa simbol nasional merupakan bentuk legitimasi terhadap negara yang disebut Ukraina sebagai agresor.
“Komunitas olahraga internasional harus mempertahankan persatuan dan konsistensi prinsip, tanpa memberikan konsesi kepada negara agresor,” kata Bidnyi dikutip dari ESPN.
Menurut Bidnyi, format festival yang digunakan FIFA tidak mengubah persoalan mengenai keikutsertaan Rusia.
Bidnyi menilai kehadiran tim U-15 Rusia dengan simbol-simbol nasional memberi kesempatan Rusia untuk menampilkan simbol negara dan menyebarkan propaganda.
“Festival sepak bola FIFA di Azerbaijan yang menampilkan tim nasional U-15 Rusia dengan simbol-simbol resmi negara, tidak lain merupakan bentuk legitimasi terhadap negara teroris, meskipun dikemas dalam format festival tidak resmi. Hal ini merupakan upaya langsung untuk memberikan wadah bagi pihak Rusia guna memamerkan simbol-simbol negara dan menyebarkan propaganda Rusia,” kata Bidnyi.
Bidnyi juga mengaitkan keputusan FIFA dengan kondisi anak-anak Ukraina yang terdampak perang.
“Menurut Bring Kids Back UA, lebih dari 20 ribu kasus deportasi dan pemindahan paksa anak-anak Ukraina oleh Rusia telah terverifikasi. Hal inilah yang mendasari surat perintah penangkapan Vladimir Putin yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional. Kesempatan setara seperti apa yang bisa kita bicarakan ketika Rusia telah merampas masa kanak-kanak yang normal dari anak-anak kita?” ujar Bidnyi.
Ukraina kemudian mengapresiasi keputusan Islandia dan Jerman yang menolak berpartisipasi dalam acara itu. Bidnyi meminta asosiasi sepak bola negara lain mengikuti langkah serupa sebagai bentuk sikap terhadap keikutsertaan Rusia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022