
Cristiano Ronaldo dan Al Nassr diprediksi mampu mengalahkan Al Khaleej pada lanjutan Liga Arab Saudi 2026/2027. (Al Nassr)
JawaPos.com - Cristiano Ronaldo dan para pemain Saudi Pro League saat ini mendapat peluang baru untuk mengubah popularitas di media sosial menjadi sumber pendapatan.
Liga Arab Saudi meluncurkan inisiatif program baru bernama Share and Earn yang memungkinkan pemain serta kreator konten memperoleh bagian dari pendapatan yang dihasilkan melalui promosi pertandingan.
Melalui program itu, peserta dapat membagikan tautan pertandingan Saudi Pro League secara individu maupun dalam bentuk paket pertandingan melalui platform digital mereka. Setiap pendapatan yang dihasilkan dari tautan tersebut akan membagikan revenue kepada peserta yang mempromosikannya.
Baca Juga:Cristiano Ronaldo dan Al-Nassr Pecahkan Rekor 90 Tahun Usai Cetak Gol dalam 94 Pertandingan Liga
Program itu berpotensi memberikan keuntungan besar bagi Ronaldo jika sang pemain memilih untuk berpartisipasi. Megabintang asal Portugal itu memiliki lebih dari satu miliar pengikut di berbagai platform media sosial. Dalam skema Share and Earn, penggemar yang mengeklik tautan pertandingan yang dibagikan Ronaldo atau peserta lainnya akan diarahkan ke platform streaming milik Saudi Pro League.
Dengan demikian, popularitas pemain di media sosial dapat digunakan untuk mendistribusikan tayangan resmi liga sekaligus menghasilkan pendapatan. Selain membagikan tautan, penerbit terpilih juga dapat menayangkan konten resmi Saudi Pro League secara langsung atau on demand di platform mereka sendiri. Namun, fitur itu tetap membutuhkan persetujuan dari pihak liga.
Model distribusi itu memiliki kemiripan dengan kerja sama Bundesliga di Inggris dengan kreator YouTube Mark Goldbridge dan penyerang Burnley, Jamie Vardy. Dalam skema itu, tayangan pertandingan dapat disematkan langsung di platform mitra yang telah mendapat persetujuan.
Konten Saudi Pro League yang menerapkan skema itu akan tersedia di 16 wilayah. Inggris dan Irlandia termasuk di dalamnya, bersama Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia, Kanada, Selandia Baru, Serbia, Korea Selatan, Malta, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Siprus, serta Yunani.
CEO Saudi Pro League, Omar Mugharbel, mengatakan perubahan perilaku penggemar dalam mengonsumsi olahraga menjadi alasan di balik pengembangan model distribusi itu. “Cara orang menemukan, mengonsumsi, dan berinteraksi dengan olahraga berubah dengan cepat,” kata Mugharbel dikutip dari ESPN.
Menurut Mugharbel, penggemar semakin terhubung dengan kompetisi, klub, dan pemain melalui platform digital serta kreator dan komunitas yang mereka percaya. Selama ini, distribusi olahraga umumnya mengandalkan hubungan antara pemegang hak siar dan perusahaan penyiaran. Perkembangan teknologi serta pertumbuhan ekonomi kreator dinilai membuka peluang untuk memperluas model tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022