
Inter Milan menyambut musim 2026/2027, bangun fondasi permainan di bawah pelatih Cristian Chivu. (Istimewa)
JawaPos.com - Inter Milan menunjukkan keseriusan menyambut musim 2026/2027. Dalam pemusatan latihan yang berlangsung di Donaueschingen, Jerman, juara bertahan Serie A itu mulai membangun fondasi permainan di bawah pelatih Cristian Chivu.
Meski memasuki era baru di kursi pelatih, perubahan besar belum terlihat dari sisi taktik karena Cristian Chivu masih mempertahankan formasi 3-5-2 yang selama ini menjadi identitas permainan Nerazzurri Inter Milan. Optimisme juga terasa di dalam skuad.
Seluruh elemen Inter Milan, mulai dari jajaran manajemen, pelatih hingga para pemain, tidak menutupi ambisi untuk kembali mempertahankan gelar Serie A. Pesan yang terus digaungkan selama pramusim adalah bahwa Inter siap menghadapi tantangan sebagai juara bertahan dan tidak ingin menurunkan standar yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Langkah awal Chivu terlihat saat Inter menjalani laga uji coba pertama melawan klub amatir Jerman, Aasen. Meski lawan berasal dari divisi ketujuh Liga Jerman, pertandingan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang menguji kondisi fisik sekaligus melihat perkembangan sejumlah pemain setelah menjalani sesi latihan intensif.
Dalam pertandingan itu, Chivu masih mempercayai pola 3-5-2. Formasi tersebut dinilai menjadi dasar yang kuat sebelum nantinya dikembangkan sesuai karakter para pemain yang dimiliki. Beberapa pemain inti memang belum bergabung dengan tim karena berbagai alasan, termasuk masa liburan dan proses pemulihan kondisi.
Selain itu, sejumlah rekrutan baru juga masih menjalani adaptasi sehingga komposisi terbaik Inter belum sepenuhnya terlihat. Salah satu perhatian tertuju pada sektor sayap kanan. Luis Henrique mendapat kesempatan tampil sebagai starter di posisi tersebut sebelum kemudian digantikan oleh Diouf pada babak berikutnya.
Baca Juga:Jose Mourinho Desak Real Madrid Rekrut Rodri, Los Blancos Diam-Diam Tancap Gas Kejar Michael Olise
Pergantian itu menjadi sinyal bahwa Chivu tengah mencari komposisi terbaik di sisi kanan permainan Inter. Diouf tampaknya sedang dipersiapkan untuk mengemban peran sebagai wing-back kanan. Posisi tersebut butuh kemampuan menyerang sekaligus bertahan dengan intensitas tinggi.
Kesempatan yang diberikan selama pramusim menjadi momen penting bagi pemain tersebut untuk menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi bagian dari rencana utama sang pelatih. Eksperimen lain dilakukan di lini tengah. Pada babak kedua, Chivu memasang Stankovic sebagai regista atau gelandang pengatur permainan.
Peran ini memiliki tanggung jawab besar dalam mengalirkan bola dari lini belakang menuju lini depan serta menjaga ritme permainan tim. Kesempatan itu menunjukkan bahwa Chivu mulai memberikan ruang kepada pemain muda untuk membuktikan kualitasnya di level tertinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022