
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Antara)
JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat bersama sejumlah negara di Amerika Selatan berhasil menutup dan memblokir hampir 3.000 situs web yang menayangkan pertandingan piala dunia secara ilegal selama turnamen berlangsung.
Langkah tersebut menjadi salah satu operasi terbesar dalam pemberantasan pelanggaran hak siar olahraga. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengungkapkan lebih dari 1.000 domain disita di wilayah AS.
Sementara itu, Kolombia juga memblokir sekitar seribu domain lainnya melalui operasi gabungan yang diberi nama Operation Offsides dan Operation Red Card. Direktur National Intellectual Property Rights Coordination Center (NIPRCC), Ivan J. Arvelo, menegaskan bahwa penyiaran pertandingan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Menurut dia, aktivitas tersebut juga menjadi sumber pendapatan bagi kelompok kriminal yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia.
Sebelumnya, pada akhir Juni lalu, DOJ telah lebih dulu menutup sekitar 400 situs streaming ilegal. Jumlah tersebut terus bertambah hingga akhirnya mencapai lebih dari seribu domain yang disita di Amerika Serikat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Operasi penegakan hukum ini dipimpin oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) melalui NIPRCC. Sejumlah pemegang hak siar dan organisasi olahraga dunia turut memberikan dukungan, termasuk FIFA, beIN Media Group, NBCUniversal, Ultimate Fighting Championship (UFC), serta Warner Bros. Discovery.
Baca Juga:Presiden La Liga Minta Gianni Infantino Mundur, Kritik FIFA yang Dinilai Merusak Sepak Bola Dunia
Pembajakan siaran olahraga memang menjadi tantangan besar bagi industri penyiaran. Nilai hak siar yang terus meningkat membuat biaya berlangganan layanan resmi ikut naik. Kondisi itu mendorong sebagian penggemar mencari alternatif melalui layanan ilegal yang menawarkan tayangan gratis.
Namun, langkah tersebut dinilai merugikan banyak pihak, mulai dari pemegang hak siar, penyelenggara kompetisi, hingga klub dan federasi yang memperoleh pendapatan dari penjualan lisensi siaran.
Tak hanya menutup situs, aparat juga melakukan penindakan terhadap para pelaku. Di Kolombia, empat orang yang diduga tergabung dalam kelompok siber bernama Los Ciberinfiltrados ditangkap karena diduga memperoleh akses ilegal ke siaran Piala Dunia sebelum mendistribusikannya kepada publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022