Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 17.02 WIB

Ketegangan di Real Madrid Disebut Bermula Sejak Xabi Alonso Dipecat

Ruang ganti Real Madrid dikabarkan mulai retak sejak pemecatan Xabi Alonso pada Januari. (ig @xabialonso)  - Image

Ruang ganti Real Madrid dikabarkan mulai retak sejak pemecatan Xabi Alonso pada Januari. (ig @xabialonso) 

 

JawaPos.com–Real Madrid sedang menjalani salah satu periode paling kacau dalam beberapa tahun terakhir. Menjelang El Clasico Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde terlibat perkelahian dalam sesi latihan.

Ketegangan di antara keduanya sebenarnya sudah terlihat sehari sebelumnya, saat mereka terlibat adu argumen panas. Namun 24 jam kemudian, situasi berubah menjadi konflik fisik yang kini sedang diselidiki internal klub.

Meski Valverde sempat mencoba meredam situasi lewat pernyataannya ke media, insiden tersebut justru dianggap sebagai bukti terbaru bahwa ruang ganti Real Madrid sedang berada dalam kondisi tidak sehat.

Pemecatan Xabi Alonso Jadi Titik Awal Retaknya Ruang Ganti

Melansir Football Espana, disebutkan bahwa akar masalah yang sebenarnya sudah muncul sejak Januari, tepat setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Kekalahan itu berujung pada keputusan klub untuk berpisah dengan Xabi Alonso, keputusan yang ternyata memecah ruang ganti menjadi dua kubu.

Beberapa pemain diketahui sangat mendukung Alonso dan ingin dia bertahan. Namun di sisi lain, ada juga kelompok pemain yang merasa perubahan pelatih diperlukan. Perbedaan pandangan itulah yang perlahan menciptakan ketegangan internal.

Sejak saat itu, suasana di skuad disebut terus memburuk. Konflik kecil mulai sering muncul, dan hubungan antar pemain menjadi semakin sensitif.

Insiden antara Tchouameni dan Valverde bukan satu-satunya kasus. Sebelumnya, Antonio Rudiger juga dilaporkan terlibat pertikaian dengan Alvaro Carreras dalam sesi latihan lain.

Petinggi Klub Mulai Kehilangan Kesabaran

Situasi yang semakin panas membuat petinggi klub akhirnya turun tangan langsung. Manajer umum Jose Angel Sanchez disebut ikut melakukan intervensi setelah konflik Valverde dan Tchouameni pecah. Sementara itu, presiden Florentino Perez dan jajaran direksi dikabarkan sangat kecewa dengan sikap para pemain.

Menurut sumber internal klub, para petinggi bahkan menyebut skuad Real Madrid saat ini sebagai kelompok yang sangat tidak dewasa, mereka seperti anak-anak. Komentar tersebut menunjukkan betapa frustrasinya manajemen terhadap kondisi tim saat ini. Bukan hanya karena hasil di lapangan, tetapi juga karena suasana internal yang dianggap semakin sulit dikendalikan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore