Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa fokus pada pertandingan melawan Espanyol. (Instagram/@arbeloa)
JawaPos.com - Situasi ruang ganti Real Madrid semakin terlihat tidak sehat. Di tengah rentetan konflik internal yang terus bermunculan, kini muncul laporan bahwa beberapa pemain mulai mengejek pelatih mereka sendiri, Alvaro Arbeloa, dengan julukan yang cukup kasar.
Arbeloa resmi menjadi pelatih kepala Real Madrid pada Januari lalu setelah kepergian mendadak Xabi Alonso. Sebelumnya, mantan bek kanan itu menangani Castilla dan dikenal cukup dekat dengan kultur akademi klub. Namun, masa kepemimpinannya di tim utama ternyata jauh dari kata mulus.
Ruang ganti Madrid disebut terpecah menjadi beberapa kubu, dengan hubungan antarpemain maupun hubungan pemain dengan staf pelatih mulai memburuk. Puncaknya terjadi ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat perkelahian fisik dalam sesi latihan pekan ini.
Valverde bahkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka dan trauma kranioensefalik yang membuatnya diperkirakan absen hingga dua minggu.
Di tengah kekacauan tersebut, posisi Arbeloa sebagai pelatih kini ikut menjadi sorotan tajam.
Melansir Sport Bible, laporan dari radio Spanyol menyebut beberapa pemain Real Madrid mulai memanggil Arbeloa dengan julukan "cone" saat pertandingan berlangsung. Dalam kultur sepak bola Spanyol, sebutan itu termasuk hinaan yang cukup merendahkan.
Istilah tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap pasif, mudah ditebak, atau tidak memberikan pengaruh besar di lapangan maupun di ruang ganti, layaknya "cone" atau kerucut yang biasa digunakan dalam sesi latihan.
Laporan ini muncul hanya beberapa hari setelah beredar kabar bahwa enam pemain Real Madrid bahkan menolak berbicara dengan Arbeloa selama sesi latihan.
Situasi tersebut membuat wibawa mantan pemain timnas Spanyol itu mulai dipertanyakan secara serius di internal klub.
Menariknya, julukan "cone" ternyata bukan hal baru bagi Arbeloa. Saat masih aktif bermain untuk Real Madrid, ia memang beberapa kali menjadi sasaran ejekan dari fans maupun rival karena gaya bermainnya yang dianggap terlalu aman dan mudah dibaca lawan.
Meski memenangkan satu gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions bersama Los Blancos, Arbeloa tidak pernah benar-benar dipandang sebagai superstar oleh sebagian pendukung Madrid.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022