Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 20.47 WIB

Insiden Vinicius vs Prestianni Picu Aturan Baru FIFA Jelang Piala Dunia 2026

FIFA resmi memperketat aturan jelang Piala Dunia 2026, termasuk potensi kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat bertengkar, usai insiden Vinicius dan Prestianni. (Instagram/@areagang_tno)

 

 

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 bakal hadir dengan aturan yang lebih tegas. FIFA kini membuka kemungkinan kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat terlibat adu argumen di lapangan.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ada latar belakang panas yang memicu perubahan tersebut, salah satunya insiden yang melibatkan Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni di Liga Champions awal tahun ini.

Melansir Sports Illustrated, dalam pembaruan terbaru dari IFAB, wasit kini diberi wewenang untuk mengusir pemain jika mereka sengaja menutup mulut saat berbicara dengan lawan atau ofisial dalam situasi panas.

Tujuannya jelas: mencegah pemain menyembunyikan ucapan yang berpotensi kasar, diskriminatif, atau melanggar aturan yang tidak bisa terdeteksi kamera maupun ofisial.

Meski begitu, keputusan tetap ada di tangan wasit. Jadi, tidak semua aksi menutup mulut otomatis berujung kartu merah karena konteks tetap jadi penentu.

Awalnya dari Insiden Panas di Liga Champions

Kasus ini mulai jadi sorotan setelah pertandingan antara Benfica dan Real Madrid di babak gugur Liga Champions, Februari lalu.

Dalam laga tersebut, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara dengan Vinicius. Vinicius bereaksi keras dan langsung melaporkan kejadian itu ke wasit.

Situasi memanas. Bahkan pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah wasit mengaktifkan protokol terkait dugaan pelecehan.

Awalnya, isu yang mencuat adalah dugaan rasisme. Namun setelah investigasi, Prestianni dinyatakan bersalah atas perilaku homofobik, bukan rasisme, dan dijatuhi sanksi larangan bermain.

Insiden ini membuka mata banyak pihak: komunikasi tertutup di lapangan bisa menyembunyikan hal serius.

Pesan Tegas dari FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pandangan yang cukup lugas soal aturan ini.

“Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu, dan hal ini berakibat rasis, maka dia harus dikeluarkan dari lapangan, jelas,” katanya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore