
Taktik Vincent Kompany masukkan Harry Kane ampuh lumpuhkan Mainz. (@FCBayern/X).
JawaPos.com - FC Bayern Munchen melakukan comeback luar biasa untuk mengalahkan Mainz 05 dengan skor 4-3 di MEWA Arena pada Sabtu (25/4). Bayern sebelumnya tertinggal 0-3 di babak pertama dan bangkit secara mengejutkan di paruh kedua untuk membalikkan keadaan dalam waktu kurang dari 30 menit.
Mainz 05 sebagai tuan rumah tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Gol pembuka dicetak oleh Dominik Kohr pada menit ke-15 lewat situasi bola mati.
Mainz kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-29 lewat Paul Nebel yang memanfaatkan serangan balik cepat. Menjelang jeda, Sheraldo Becker memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada masa injury time babak pertama atau tepatnya pada menit ke-45+2.
Memasuki babak kedua, pelatih Bayern Vincent Kompany melakukan perubahan besar dengan memasukkan Harry Kane dan Michael Olise. Dilansir dari ESPN, perubahan itu langsung memberikan dampak positif. Nicolas Jackson membuka harapan Bayern lewat gol pada menit ke-53 yang memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.
Tekanan terus meningkat hingga akhirnya Michael Olise mencetak gol kedua Bayern pada menit ke-73. Tujuh menit berselang, Jamal Musiala menyamakan skor menjadi 3-3 lewat gol jarak dekat pada menit ke-80. Puncak kebangkitan Bayern terjadi pada menit ke-83, ketika Harry Kane mencetak gol penentu kemenangan menjadi 3-4 untuk Bayern.
Di sisa waktu pertandingan, Mainz mencoba menyamakan kedudukan melalui sejumlah peluang, termasuk beberapa situasi bola mati di menit-menit akhir. Namun, pertahanan Bayern cukup solid sehingga skor akhir tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, Vincent Kompany memuji mentalitas timnya yang menyebut kemenangan itu sebagai bukti karakter kuat Bayern. “Kami merayakan seperti baru saja selamat dari degradasi, saya menyukai mentalitas seperti ini,” ujar Kompany dikutip dari situs resmi klub.
Kompany juga menekankan bahwa timnya sebenarnya tidak tampil buruk di awal laga, tetapi kurang efektif di depan gawang. “Kami sebenarnya tidak terlalu buruk dari segi semangat dan energi dalam 20 menit pertama, tetapi kami tidak mampu masuk ke dalam kotak penalti. Hal seperti itu kadang bisa terjadi, tetapi Anda seharusnya tidak kebobolan. Rasanya seperti kami bisa kebobolan empat atau lima gol sebelum jeda,” jelas Kompany.
Sementara itu, pelatih Mainz Urs Fischer mengaku kecewa dengan performa timnya di babak kedua. “Kami bermain sangat baik di babak pertama, lalu hampir berhenti di babak kedua. Ketika saya memikirkan betapa beraninya kami di babak pertama meskipun mendapat tekanan besar dari Bayern, kami mampu keluar dari tekanan dengan keberanian dalam mengalirkan bola,” kata Fischer.
“Kami sudah membicarakan saat jeda untuk tidak mundur, tidak hanya fokus mempertahankan keunggulan 3-0, tetapi justru itulah yang terjadi. Anda membutuhkan 90 menit permainan yang impresif untuk bisa mengalahkan Bayern. Kami tidak berhasil melakukannya hari ini, dan itu menyakitkan,” lanjut Fischer.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
