Ilustrasi suporter liga Inggris. (Istimewa)
JawaPos.com–Kenaikan harga tiket kembali menjadi sorotan di Premier League. Musim 2025 mencatat rata-rata suporter enam klub terkaya harus membayar 74 poundsterling per pertandingan kandang setara lebih dari Rp 1,4 juta per laga.
Enam klub yang dimaksud adalah Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur. Berdasar laporan terbaru UEFA mengenai keuangan klub Eropa, keenam tim tersebut menikmati lonjakan rata-rata 19 persen dari penjualan tiket kandang dibandingkan tahun sebelumnya.
Arsenal tercatat sebagai klub dengan pemasukan tertinggi per penonton per laga. Rata-rata harga tiket di Emirates mencapai 89 poundsterling. Sementara Liverpool mencatat kenaikan pendapatan paling signifikan secara persentase.
The Reds membukukan peningkatan hingga 27 persen, dengan total pendapatan tiket menembus 120 juta poundsterling sepanjang 2025. Angka tersebut mencakup laga domestik maupun kompetisi Eropa, termasuk tiket reguler dan hospitality. Dalam beberapa musim terakhir, porsi kursi hospitality di stadion-stadion modern juga terus bertambah.
Di sisi lain, gelombang protes suporter makin sering terlihat. Sejumlah kelompok fans menilai harga tiket kian menjauh dari jangkauan pendukung setia.
Asosiasi Suporter Sepak Bola Inggris (FSA) bahkan menyerukan regulasi harga tiket yang berlaku untuk seluruh liga agar kompetisi tetap inklusif. Secara keseluruhan, 20 klub Premier League mengantongi total pendapatan 6,5 miliar poundsterling tertinggi di Eropa dan hampir dua kali lipat dibanding Bundesliga.
Namun besarnya pemasukan itu tidak otomatis membuat klub meraih keuntungan. Hanya lima klub yang mencatat laba, sementara 15 lainnya mengalami kerugian. Total kerugian sebelum pajak mencapai 559 juta poundsterling.
Biaya operasional liga juga meningkat 11 persen menjadi 1,77 miliar poundsterling. Sementara total gaji pemain berada di angka 3,1 miliar poundsterling.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan apakah kenaikan harga tiket benar-benar solusi finansial, atau justru berisiko menjauhkan fans dari stadion? Di tengah persaingan elite dan tuntutan prestasi, keseimbangan antara bisnis dan loyalitas suporter menjadi tantangan besar bagi klub-klub Premier League.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
