
Pemain Real Madrid Vinicius Junior berbicara dengan Pelatih Benfica Jose Mourinho dalam pertandingan Liga Champions 2025/2026. (Getty Images/Octavio Passos)
JawaPos.com - Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) secara resmi menuntut penyelidikan menyeluruh dan pemberian "hukuman teladan" terkait insiden dugaan penghinaan rasis yang menimpa penyerang sayap Real Madrid, Vinicius Junior. Langkah ini diambil menyusul insiden yang melibatkan pemain asal Argentina, Gianluca Prestianni, dalam laga Liga Champions.
Melalui surat resmi yang ditandatangani Presiden CBF, Samir Xaud, otoritas tertinggi sepak bola Brasil tersebut mendesak FIFA dan UEFA untuk menunjukan "ketegasan" dalam menegakkan aturan disiplin. CBF berharap kedua institusi sepak bola dunia itu tidak sekadar memantau, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk mengidentifikasi dan menghukum para pelaku penghinaan rasial.
Dalam korespondensinya kepada FIFA, Xaud mengapresiasi dukungan moral yang disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kepada Vinicius. CBF juga menyoroti pentingnya implementasi reformasi kode disipliner FIFA yang kini memberikan ruang bagi mekanisme baru dalam memberantas diskriminasi di lapangan hijau.
"CBF mengirimkan permintaan resmi agar UEFA melakukan investigasi mendalam, dengan mempertimbangkan kesaksian korban maupun saksi di lapangan, guna menjatuhkan sanksi yang dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak," demikian petikan pernyataan resmi CBF, dikutip melalui laman Marca, Jumat (202/2).
Sejalan dengan itu, Xaud memuji kepemimpinan UEFA dalam merumuskan kebijakan preventif terhadap perilaku diskriminatif. Ia menekankan bahwa klub-klub harus didorong untuk mengimplementasikan langkah-langkah efektif guna membendung serangan rasial di dalam stadion.
Insiden ini bermula saat Vinicius mengeklaim menjadi sasaran hinaan rasis setelah terlibat adu mulut dengan Prestianni. Ketegangan memuncak sesaat setelah Vinicius mencetak gol kemenangan 1-0 untuk Real Madrid atas Benfica dalam laga fase grup Liga Champions, Rabu lalu.
Wasit asal Perancis, Francois Letexier, sempat menghentikan pertandingan selama kurang lebih sepuluh menit guna menjalankan protokol anti-rasisme. Di saat yang sama, suasana tribun memanas dengan adanya aksi pelemparan benda-benda ke arah lapangan.
Di sisi lain, Gianluca Prestianni melalui media sosial pribadinya membantah keras tuduhan tersebut. Pemain Argentina itu mengklaim tidak pernah melontarkan hinaan rasial dan justru mengaku mendapatkan ancaman dari sejumlah pemain Real Madrid.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
