
Barcelona dihancurkan Atletico Madrid 0-4. (Istimewa)
JawaPos.com - Barcelona sempat merasa menemukan secercah harapan di Riyadh Air Metropolitano. Baru beberapa menit babak kedua berjalan, Pau Cubarsí mencetak gol yang diyakini bisa mengubah arah pertandingan.
Skor yang semula 4-0 untuk Atlético Madrid seolah menjadi 4-1 dan itu cukup untuk membangkitkan keyakinan. Namun harapan itu bertahan lama. Sangat lama malahan.
Melansir Football Espana, setelah pemeriksaan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit, gol tersebut akhirnya dianulir karena offside. Keputusan itu langsung memicu frustrasi di kubu Barcelona, yang sedang berusaha bangkit dari babak pertama yang nyaris sempurna untuk tim tuan rumah.
Babak Pertama yang Brutal
Atlético tampil luar biasa sejak menit awal. Gol bunuh diri Eric García membuka keunggulan sebelum Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julián Álvarez menambah penderitaan Blaugrana. Skor 4-0 saat jeda membuat semifinal Copa del Rey ini terasa hampir selesai bahkan sebelum benar-benar dimulai.
Barcelona jelas membutuhkan respons cepat setelah turun minum. Dan respons itu tampaknya datang di menit ke-52.
Cubarsí berhasil menyelesaikan peluang dengan tenang setelah masuk ke kotak penalti. Para pemain Barcelona merayakan, yakin bahwa gol itu bisa menjadi titik balik.
Delapan Menit yang Menghentikan Segalanya
Namun selebrasi berubah menjadi penantian panjang. VAR melakukan pemeriksaan detail, sementara pemain dari kedua tim berdiri menunggu tanpa kepastian. Delapan menit kemudian, keputusan keluar: offside.
Tayangan ulang yang tersedia saat siaran langsung tidak sepenuhnya menjelaskan detailnya. Namun gambar yang dirilis setelah keputusan menunjukkan bahwa Cubarsí sedikit berada di depan garis pertahanan setelah bola memantul dari Robert Lewandowski.
Secara teknis, keputusan tersebut tampaknya benar. Offside adalah keputusan faktual—tidak ada ruang untuk interpretasi subjektif seperti pelanggaran atau handball. Jika garis menunjukkan offside, maka memang offside.
Momentum yang Terhenti
Baca Juga: Digeprek Atletico Madrid di Copa del Rey, Hansi Flick Sebut Barcelona Dapat Pelajaran Berharga
Masalahnya bukan hanya pada keputusan, tetapi pada durasinya.
Seandainya gol itu sah dan skor menjadi 4-1 di awal babak kedua, Barcelona akan mendapatkan dorongan psikologis besar. Dengan waktu yang masih cukup banyak, bukan tidak mungkin tekanan meningkat dan selisih gol bisa dipangkas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022