
Pelatih Manchester united Michael Carrick menghadiri konferensi pers. (Ash Donelon/Manchester United)
JawaPos.com - Manchester United perlahan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sejak Michael Carrick dipercaya menangani tim hingga akhir musim.
Di tengah situasi yang sempat membuat publik Old Trafford pesimistis, mantan gelandang andalan The Red Devils itu justru membawa suasana baru yang lebih tenang, terukur, dan terasa segar di ruang ganti.
Carrick ditunjuk sebagai Carateker Pelatih setelah United tersingkir dari Piala FA, hasil yang memicu kekecewaan besar suporter.
Tanpa bermain di kompetisi Eropa dan performa liga yang tidak konsisten, banyak pihak menilai nasib Manchester United musim ini sudah berada di ujung tanduk. Namun, pandangan berbeda justru muncul dari internal klub.
Manajemen tetap mematok target realistis, yakni finis di zona Eropa. Posisi United yang masih berdekatan dengan papan atas klasemen membuat peluang tersebut dianggap terbuka.
Carrick pun menerima tantangan itu dengan pendekatan yang jauh dari kesan panik. Langkah awal Carrick terasa tepat. Ia langsung membangun staf kepelatihan yang solid, salah satunya dengan merekrut Steve Holland, pelatih berpengalaman yang dikenal tenang dan detail.
Kehadiran Holland memberi warna baru dalam sesi latihan, termasuk pendekatan analisis pertandingan dan tugas individual bagi pemain.
Di lapangan, perubahan atmosfer terlihat jelas. Latihan dibuat lebih singkat, intens, dan fokus. Carrick tidak ingin pemain kelelahan secara mental, sesuatu yang dinilai kerap terjadi sebelumnya.
Para pemain senior merespons positif metode ini, termasuk Casemiro yang kembali tampil dominan di lini tengah.
Gelandang asal Brasil itu disebut merasa kembali menemukan identitasnya sebagai pesepak bola.
Tak hanya pemain inti, Carrick juga memberi perhatian besar pada pemain muda. Ia aktif memantau tim akademi dan membuka jalur komunikasi yang lebih dekat antara skuad utama dan kelompok usia muda.
Pendekatan ini memberi sinyal bahwa regenerasi tetap menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang klub.
Perubahan juga terlihat dalam rutinitas hari pertandingan. Carrick sengaja mengatur waktu kedatangan tim agar pemain bisa merasakan atmosfer stadion lebih dekat dengan suporter.
Menurutnya, energi dari tribun menjadi faktor penting dalam membangun mental bertanding.
Hasil positif di beberapa laga awal menjadi bukti bahwa pendekatan Carrick mulai berdampak.
Meski demikian, ia tetap menekankan bahwa timnya masih dalam proses. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama, terutama saat United masih kerap kehilangan fokus di momen-momen krusial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022