
Achraf Hakimi dapat larangan dua pertandingan CAF. (@Justinaaniefiok/X).
JawaPos.com - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menjatuhkan sanksi berat kepada Senegal dan Maroko menyusul insiden kericuhan yang terjadi pada partai final Piala Afrika.
Kericuhan di dalam dan sekitar lapangan dinilai telah mencoreng citra sepak bola Afrika. Akibatnya, pelatih, pemain, hingga federasi kedua negara harus menerima hukuman berupa larangan bertanding dan denda dengan total melebihi Rp 20 miliar.
CAF resmi menjatuhkan sanksi kepada pelatih Senegal Pape Thiaw setelah insiden tidak sportif pada final Piala Afrika melawan Maroko.
Dilansir dari ESPN (29/1), Thiaw dijatuhi larangan mendampingi tim selama lima pertandingan serta denda sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,6 miliar.
Hukuman itu dijatuhkan karena Thiaw dinilai melakukan tindakan mencoreng nama baik pertandingan (bringing the game into disrepute). Thiaw sebelumnya diketahui memerintahkan para pemain Senegal meninggalkan lapangan usai gol timnya dianulir wasit pada menit-menit akhir laga.
Pertandingan pun sempat tertunda selama 14 menit setelah kejadian. Maroko kemudian mendapat hadiah penalti, meski peluang itu gagal dimanfaatkan Brahim Diaz untuk mencatatkan namanya di papan skor.
CAF juga menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Senegal berupa denda sebesar 615 ribu dolar AS (sekitar Rp 10 miliar). Hukuman itu terkait dengan perilaku tim serta tindakan suporter Senegal selama pertandingan berlangsung.
Selain itu, dua pemain Senegal Iliman Ndiaye dan Ismaïla Sarr masing-masing dijatuhi larangan bertanding dua laga kompetisi CAF akibat perilaku tidak sportif terhadap wasit.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Maroko turut menerima hukuman finansial dengan total denda mencapai 315 ribu dolar AS (sekitar lima miliar rupiah).
Denda itu diberikan atas sejumlah pelanggaran, mulai dari perilaku ball boy, kerumunan ofisial di area VAR, hingga penggunaan laser oleh suporter di tribun.
Salah satu insiden yang paling menarik perhatian ialah aksi ball boy Maroko yang berusaha merebut handuk milik kiper Senegal Edouard Mendy yang diduga bertujuan mengganggu konsentrasi sang pemain.
Perilaku itu berujung denda khusus sebesar 200 ribu dolar AS (sekitar tiga miliar rupiah) bagi Maroko.
CAF juga menghukum dua pemain Maroko, yakni Achraf Hakimi dan Ismael Saibari. Hakimi mendapat larangan dua pertandingan CAF dengan satu laga di antaranya ditangguhkan selama satu tahun.
Sementara itu, Saibari dijatuhi larangan tiga pertandingan serta denda 100 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,6 miliar).

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
