Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Mei 2026 | 22.36 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Ribuan Motor Hasil Tindak Kejahatan Dijual Sampai ke Afrika

Ribuan unit sepeda motor diduga hasil tindak kejahatan dipasarkan sampai ke Afrika oleh pelaku berinisial WS dan jaringannya. (Polda Metro Jaya) - Image

Ribuan unit sepeda motor diduga hasil tindak kejahatan dipasarkan sampai ke Afrika oleh pelaku berinisial WS dan jaringannya. (Polda Metro Jaya)

JawaPos.com - Penyidik Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan ribuan sepeda motor hasil tindak kejahatan di sebuah gedung yang terletak di wilayah Grogol, Jakarta Barat (Jakbar) pada Senin (11/5). Dari pengungkapan kasus tersebut diketahui bahwa ribuan motor itu dijual sampai ke Afrika.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 1.494 unit sepeda motor di gudang besar yang berada di Jalan Kemandoran VIII tersebut. Kondisi ribuan motor itu beragam. Ada yang masih tampak baru dalam balutan plastik. Namun ada juga yang sudah dalam kondisi tidak utuh.

Berdasar informasi dari penyidik yang menangani kasus tersebut, motor dalam kondisi tidak utuh atau sudah dibongkar hingga dipreteli lebih mudah dikirim ke luar negeri. Polda Metro Jaya menduga, motor hasil tindak kejahatan itu dijual sampai ke Afrika. Selain itu, mereka mendeteksi aktivitas penjualan ke negara kepulauan seperti Kepulauan Tahiti.

”Sudah disampaikan 957 unit kendaraan dalam kondisi utuh dan 537 unit kendaraan roda 2 sudah dalam kondisi terbongkar,” ucap Kombes Iman kepada awak media.

Dalam kasus tersebut, polisi sudah menangkap seorang tersangka berinisial WS. Dia merupakan direktur di PT Indobike26. Menurut polisi, WS adalah pemain utama di balik praktik penadahan motor skala besar tersebut. Dia berperan membeli, menampung, hingga menjual dan mengirim motor-motor hasil tindak kejahatan tersebut ke luar negeri.

”Peran dari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mulai dari beli, menampung, mengepul, sampai ekspor,” kata Iman.

Polda Metro Jaya juga mengungkap bahwa bisnis terlarang itu dilaksanakan secara terorganisir. Tidak sendirian, polisi menduga WS dibantu oleh 18 orang lain yang terdiri atas admin dan pekerja operasional gudang. Untuk mengungkap kasus tersebut secara lebih terperinci, polisi tengah memburu pihak-pihak lain yang diduga terhubung dengan jejaring WS.

”Kami terus akan melakukan pendalaman terhadap jaringan ini, karena ini merupakan satu jaringan yang bersifat kolaboratif,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengakui, pengungkapan keberadaan gudang tersebut merupakan salah satu langkah dalam proses hukum atas kasus besar yang tengah ditangani. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendalaman.

”Polda Metro Jaya melalui Subdit Ranmor Ditreskrimum pengungkapan kasus besar tentang dugaan tindak pidana penadahan kendaraan bermotor. Berupa pembelian, penampungan dan penguasaan kendaraan bermotor yang patut diduga kuat berdasarkan hasil kejahatan,” kata Budi kepada awak media.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore