Vinicius Junior (Bein Sports)
JawaPos.com - Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, akhirnya angkat bicara soal situasi sulit yang tengah ia hadapi. Winger asal Brasil itu mengakui bahwa dirinya merasa sangat terpukul setelah menerima cemoohan dari fans sendiri dalam beberapa pertandingan terakhir di Santiago Bernabeu.
Dalam tiga laga terakhir di kandang, Vinicius kerap disambut siulan setiap kali melakukan kesalahan. Meski begitu, situasi sedikit mereda pada Selasa malam lalu, ketika ia tampil gemilang melawan AS Monaco dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Penampilan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa kualitas Vinicius belum benar-benar hilang.
Melansir Football Espana, usai laga, Vinicius dengan jujur mengungkapkan perasaannya terhadap reaksi publik Bernabeu.
“Hal itu membuat saya sangat sedih. Saya tidak ingin dicemooh di kandang sendiri, tempat saya merasa sangat nyaman. Dan dalam beberapa pertandingan terakhir, saya tidak merasa nyaman karena setiap kali saya bermain buruk, setiap kali saya melakukan kesalahan, mereka mencemooh saya.”
“Tapi mereka berhak. Mereka membayar tiket yang sangat mahal untuk ini. Saya tidak mengerti, tetapi saya di sini untuk terus meningkatkan diri dan selalu berjuang untuk tim ini dan untuk klub ini yang telah memberi saya begitu banyak,” katanya.
Pernyataan itu menggambarkan konflik batin seorang pemain bintang yang terbiasa menjadi idola, namun kini harus menerima tekanan besar dari publik sendiri. Di Real Madrid, standar memang selalu tinggi, dan kesabaran fans terkenal tipis—bahkan untuk pemain sekelas Vinicius.
Tahun sulit
Banyak pihak menilai kegagalan Vinicius meraih Ballon d'Or pada akhir 2024 menjadi titik balik yang memengaruhi performanya.
Sejak saat itu, kontribusinya di lapangan dinilai tidak seimpresif musim-musim sebelumnya. Vinicius pun tidak menampik bahwa setahun terakhir berjalan berat baginya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak terhadap berbagai rumor, termasuk anggapan bahwa ia memiliki peran dalam kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih. Menurutnya, satu-satunya jawaban yang bisa ia berikan adalah lewat kerja keras di lapangan.
“Tidak ada yang bisa saya lakukan, benar-benar tidak ada yang bisa saya lakukan. Satu-satunya yang bisa saya lakukan di lapangan adalah keluar dan memberikan yang terbaik.”
“Saya tidak akan selalu berada dalam performa teknis terbaik saya, tetapi saya selalu memberikan segalanya untuk tim, saya selalu melakukan segala yang mungkin untuk membuat semua orang merasa nyaman.”
“Ketika pemain lain kekurangan gol, saya mencoba memberikan assist; ketika saya harus bertahan, saya mencoba bertahan. Tentu saja, saya bukan bek terbaik di tim; ada pemain lain untuk itu.”

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
