
Jurgen Klopp. (Istimewa)
JawaPos.com - Jurgen Klopp kini menjalani fase baru dalam karier sepak bolanya. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai pelatih yang sukses bersama Borussia Dortmund dan Liverpool, Klopp kini dipercaya untuk mengisi posisi strategis sebagai Head of Global Soccer Red Bull.
Peran itu sudah ia jalani selama satu tahun, dan menurutnya, perubahan karirnya tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang.
Dalam wawancara yang dikutip dari nytimes.com di kantor baru RB Leipzig, Klopp mengakui bahwa bahkan dirinya sendiri sempat belum sepenuhnya memahami pekerjaan di jabatan barunya.
“Saya Jurgen Klopp, tapi jujur saja, di awal saya juga belum tahu betul apa makna peran ini,” ujarnya sambil mengeluarkan tertawa khasnya.
Berbeda dengan anggapan banyak orang, Klopp menegaskan dirinya tidak mengambil peran sebagai “pelatih di balik layar” yang ikut mengatur tim atau menekan para pelatih di klub-klub yang ada jaringan Red Bull. Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya menjadi sosok penentu nasib pelatih.
“Saya bukan orang yang datang dari jauh lalu menunjuk siapa salah dan siapa benar. Tugas saya lebih banyak mendengar, menenangkan situasi, dan membantu mengambil keputusan saat memang dibutuhkan,” kata Klopp.
Red Bull saat ini memiliki jaringan klub yang luas, mulai dari RB Leipzig sebagai pusat, New York Red Bulls di Amerika Serikat, Red Bull Bragantino di Brasil, RB Omiya Ardija di Jepang, hingga keterlibatan di Paris FC dan Leeds United.
Selain itu, Red Bull juga dikenal kuat di Austria lewat RB Salzburg dan FC Liefering.
Tugas utama Klopp sejak bergabung adalah memahami ekosistem besar tersebut.
Dalam enam bulan pertamanya, ia banyak menghabiskan waktu bepergian, mengunjungi klub-klub yang ada dijaringan Red Bull, serta mengenal langsung para pelatih, direktur olahraga, hingga staf akademi.
“Saya percaya kepemimpinan itu dimulai dari mengenal orang-orang yang bekerja bersama kita. Itu yang saya lakukan,” jelasnya.
Meski tak lagi berada di pinggir lapangan, pengaruh Klopp tetap terasa. Di Leipzig, ia rutin berdiskusi dengan pemain senior dan staf pelatih.
Kapten RB Leipzig, David Raum, mengungkapkan bahwa Klopp kerap memberikan masukan, bahkan sesekali mengirim pesan pribadi setelah pertandingan.
“Itu memberi perasaan positif. Dia selalu memanggil saya ‘skipper’. Mungkin kebiasaan dari Inggris,” ujar Raum.
Dalam urusan transfer dan pengembangan tim, Klopp juga menjadi figur penting. Kehadirannya sering dimanfaatkan dalam pertemuan dengan pemain incaran dan agen.
Menurut Direktur Olahraga Leipzig, Marcel Schäfer, Klopp memiliki kemampuan alami untuk meyakinkan orang hanya dalam hitungan menit.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
