
Bintang sepak bola Senegal Sadio Mane. (ig @afcon2025official)
JawaPos.com-Keputusan Sadio Mane untuk mengakhiri karir internasional belum bisa diterima begitu saja di Senegal. Melansir ESPN, pelatih timnas Pape Thiaw, secara terbuka menyatakan ketidaksetujuan.
Dia menegaskan akan melakukan apa pun untuk membujuk sang bintang agar tetap berseragam Singa Teranga. Sadio Mane masih menunjukkan kelasnya di Piala Afrika.
Sadio Mane berperan besar dalam perjalanan Senegal di Piala Afrika dengan catatan tiga assist dan dua gol. Termasuk kontribusi krusial pada laga puncak melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat.
Selepas kemenangan semifinal atas Mesir, Sadio Mane sudah menyatakan niat menjadikan turnamen ini sebagai Piala Afrika terakhir bersama tim nasional. Meski begitu, dia tetap berkomitmen tampil di Piala Dunia FIFA akhir tahun ini sebelum benar-benar menutup lembaran panjangnya bersama Senegal.
Sikap tersebut membuat Pape Thiaw angkat bicara dengan nada emosional. "Negara ini tidak setuju (dengan keputusannya), dan saya juga tidak setuju," ujar Thiaw.
"Kami ingin mempertahankannya selama mungkin. Dia mewakili Afrika, dunia, dan ketika kami mengatakan itu adalah keputusannya, itu bukan hanya miliknya, dia milik rakyat Senegal, dan mereka ingin melihatnya terus melanjutkan tugasnya," imbuh dia.
Bagi Thiaw, Mane bukan sekadar pemain bintang, melainkan teladan. Menurut dia, Senegal membutuhkan orang-orang seperti Sadio Mane.
"Dia memberi pelajaran, kerendahan hatinya, pendidikannya, bagaimana dia mencurahkan keringatnya untuk Senegal," ungkap Thiaw.
"Sadio Mane mengorbankan hidupnya untuk tim ini agar bisa lolos ke Piala Dunia 2022, dia mengorbankan hidupnya untuk memenangkan AFCON pertama dan mendapatkan bintang pertama," lanjut Thiaw.
Pelatih Senegal itu bahkan menyelipkan pernyataan yang menunjukkan betapa berharganya Mane bagi tim.
"Jika saya harus menandatangani surat izin agar pemain ini bisa pergi, saya akan mengatakan tidak, dan rekan-rekan setimnya juga akan mengatakan tidak," tegas Thiaw.
Sejak debut internasionalnya pada 2012, Mane memang menjadi simbol kebangkitan Senegal. Dia berperan dalam berbagai pencapaian bersejarah, termasuk membawa negaranya menjuarai Piala Afrika untuk pertama kalinya pada 2022.
Di level klub Eropa, koleksi prestasinya pun tak main-main. Gelar Liga Champions, Liga Inggris, serta dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika.
Dia juga menjadi figur sentral dalam perjalanan Senegal ke final Piala Afrika 2019 dan kembali ke final beberapa tahun kemudian, yang akhirnya berbuah trofi usai menaklukkan Mesir lewat adu penalti.
Konsistensinya membawa Senegal lolos ke tiga Piala Dunia berturut-turut juga menegaskan statusnya sebagai legenda hidup sepak bola Afrika. Pujian datang pula dari rekan setimnya, Moussa Niakhate.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
