
Arda Guler (Instagram @ardaguler)
JawaPos.com - Kekalahan Real Madrid 2-3 dari Albacete melahirkan banyak tajuk utama. Mulai dari krisis yang kian dalam hingga masa depan proyek klub yang kembali dipertanyakan.
Namun di balik semua itu, ada satu alur cerita lain yang tak kalah mengkhawatirkan, meski sempat luput dari sorotan utama.
Melansir Madrid Universal, dua talenta muda yang selama ini dianggap sebagai masa depan Real Madrid, Arda Güler dan Franco Mastantuono, justru tampil jauh dari ekspektasi. Penampilan keduanya menimbulkan tanda tanya besar soal arah perkembangan karier mereka saat ini.
Datang dengan label pemain berbakat dan investasi besar, Güler dan Mastantuono seharusnya menjadi pembeda di laga seperti ini. Namun, yang terlihat di lapangan justru sebaliknya.
Melawan Albacete, keduanya tak menunjukkan level permainan yang dibutuhkan, dan yang paling mengkhawatirkan, kesannya bukan sekadar stagnasi, melainkan kemunduran.
Malam Sulit bagi Sang Pemain Turki
Situasi Arda Güler mulai dianggap serius di internal klub. Ada perasaan yang semakin kuat bahwa beban tanggung jawab yang diberikan kepadanya terlalu besar untuk tahap kariernya saat ini.
Statistik laga melawan Albacete memperjelas masalah tersebut. Güler menutup pertandingan dengan tingkat keberhasilan umpan 87%, terendah di antara para gelandang Real Madrid. Di area yang lebih krusial, penurunannya makin terasa, dengan akurasi hanya 82% di sepertiga akhir lapangan.
Yang paling mencolok adalah minimnya keterlibatan. Meski dipercaya sebagai playmaker, Güler hanya mencatatkan 65 operan sukses sepanjang laga. Angka yang tergolong rendah untuk pemain yang diharapkan mengendalikan tempo dan arah permainan tim.
Lalu Ada Mastantuono
Kasus Franco Mastantuono memiliki nuansa berbeda, tetapi sama-sama mengkhawatirkan. Pemain muda Argentina itu tampak menyadari bahwa performanya belum maksimal, dan kesadaran tersebut justru terlihat membebaninya di lapangan.
Laga melawan Albacete menjadi gambaran jelas kesulitannya belakangan ini. Selain gol yang ia cetak—yang juga menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran—kontribusinya sangat minim. Ia hanya melepaskan satu percobaan lain dan menyelesaikan dua dribel sepanjang pertandingan.
Statistik lain yang tak kalah merugikan adalah soal konsistensi menit bermain. Mastantuono hanya mencatat 172 menit dalam 15 pertandingan terakhir. Ia praktis menghilang dari rotasi tim, dan ketika kesempatan akhirnya datang, penampilannya justru meninggalkan rasa pahit.
Memang, perlu dicatat bahwa kedua pemain ini tengah menghadapi masalah fisik, ritme bermain yang terbatas, serta situasi tim yang jauh dari stabil. Namun di level seperti Real Madrid, bakat semata tidak cukup.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
