
Genoa tunduk di kandang AS Roma. (@OfficialASRoma/X).
JawaPos.com - AS Roma sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan Genoa dengan skor 3-1 pada Selasa (30/12).
Bertanding di kandang sendiri, skuat asuhan I Giallorossi tampil dominan sejak menit awal melalui serangan balik yang efektif dan penyelesaian akhir yang tajam. Namun, Roma yang tampil sangat agresif di babak pertama, sempat kehilangan fokus di menit-menit akhir pertandingan.
Dilansir dari ESPN (30/12), AS Roma langsung tancap gas sejak peluit babak pertama dibunyikan. Tim tuan rumah hanya membutuhkan waktu 14 menit untuk memecah kebuntuan.
Matias Soule berhasil mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti yang bersarang telak di tengah gawang Genoa. Gol itu langsung menjadi pembuka keran serangan Roma yang semakin tidak terbendung.
Hanya berselang lima menit, tepatnya pada menit ke-19, Roma menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gelandang Manu Kone berhasil mencetak gol dengan melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang.
Gol itu lahir berkat umpan matang dari Evan Ferguson yang jeli melihat ruang kosong di pertahanan lawan.
Penderitaan Genoa semakin bertambah pada menit ke-31. Evan Ferguson yang sebelumnya memberikan asis, kali ini bertindak sebagai eksekutor.
Memanfaatkan bola liar di tengah kotak penalti, Ferguson melepas tembakan kaki kiri yang gagal diantisipasi oleh kiper Genoa, Daniele Sommariva. Skor 3-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki paruh kedua, Genoa mencoba bangkit dengan melakukan sejumlah rotasi pemain. Pelatih Genoa memasukkan tenaga baru seperti Seydou Fini dan Lorenzo Colombo untuk menambah daya gedor.
Upaya itu sempat membuat barisan pertahanan Roma bekerja lebih keras. Beberapa peluang tercipta melalui Vítinha dan Leo Ostigard, tetapi Mile Svilar tampil sigap di bawah tiang gawang Roma.
Roma juga harus melakukan pergantian paksa pada menit ke-57 setelah Matias Soule mengalami cedera dan digantikan oleh Stephan El Shaarawy. Meskipun intensitas serangan sedikit menurun, Roma tetap mampu menciptakan peluang berbahaya melalui serangan balik cepat.
Genoa akhirnya berhasil mencetak gol hiburan pada menit ke-87. Melalui situasi bola mati, Jeff Ekhator berhasil melepaskan tembakan kaki kanan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang Roma.
Gol itu mengubah skor menjadi 3-1 hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Secara keseluruhan, Roma tampil jauh lebih klinis dibandingkan tim tamu. Penguasaan lini tengah yang dikomandoi Manu Kone dan kreativitas Paulo Dybala menjadi kunci utama kemenangan.
Di sisi lain, Genoa terlalu lama bangkit dan baru mampu mengembangkan permainan ketika tertinggal jauh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022