
Matteo Politano saat bermain bersama Napoli. (Dok. Matteo Politano)
JawaPos.com - Napoli sudah sangat fokus untuk menghadapi Bologna dan telah menyiapkan motivasi dengan sangat baik. Mereka juga ingin membalaskan kekalahan 0-2 saat melawan Bologna di Liga Italia.
"Ini pertandingan final, dan karenanya, kami siap baik dari segi motivasi maupun fokus. Kami tampil kurang maksimal melawan Bologna di liga dan kami berharap dapat tampil lebih baik di kompetisi ini," ucap Matteo Politano saat konferensi pers yang dikutip laman resmi Napoli, Senin (22/12).
Permainan dengan intensitas tinggi akan tersaji saat kedua tim bertemu. Matteo Politano menilai bahwa Napoli dan Bologna bisa punya peluang meraih trofi Piala Super Italia 2025 karena mampu membaca tempo permainan dengan baik.
"Ini pasti akan menjadi pertandingan bergengsi dengan banyak pertarungan individu. Pertandingan ini akan membutuhkan intensitas tinggi dan saya pikir siapa pun bisa menang, di mana kedua tim akan mencoba mendikte tempo permainan," kata Politano.
Bagi pemain 32 tahun tersebut, Napoli mengandalkan kekompakan tim untuk mengalahkan lawannya meski terkadang tidak dalam performa terbaik. Menurutnya, para pemain juga bisa beradaptasi dengan taktik apapun.
"Bahkan ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan kami, kami berhasil kembali kompetitif. Skuad kami hebat baik di dalam maupun di luar lapangan. Kami adalah kelompok yang kompak. Sebagai tim, kami dapat mengadopsi berbagai sistem taktik. Yang terpenting adalah kami berada dalam kondisi fisik prima," jelas Politano.
Di laga besok, Politano siap untuk dimainkan di posisi apapun. Yang terpenting baginya adalah dia bisa memberikan yang terbaik dan berkontribusi untuk Napoli.
"Suatu kehormatan bagi saya untuk bermain untuk tim ini. Saya senang bisa berkontribusi, baik sebagai pemain sayap maupun sebagai bek sayap. Yang terpenting adalah kita bisa memberikan yang terbaik sebagai tim untuk mencoba memenangkan trofi," pungkas Politano.
Napoli sudah punya dua gelar Piala Super Italia pada musim 1990/1991 dan 2014/2015. Sementara Politano belum pernah sekalipun meraih gelar tersebut sepanjang kariernya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
