Liga Arab Saudi masih bermimpi mendatangkan Vinicius Jr. (ig @vinijr)
JawaPos.com - Kemenangan Real Madrid di markas Alaves tak sepenuhnya diwarnai senyum. Laga yang berlangsung di Mendizorroza justru menyisakan kontroversi, terutama bagi Vinicius Jr yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit dalam sebuah momen krusial di kotak penalti.
Melansir SPORT, insiden itu terjadi ketika Vinicius terjatuh di area terlarang setelah bersenggolan dengan Tenaglia. Pendukung Real Madrid langsung bersorak menuntut hadiah penalti.
Di sisi lain, kubu Alaves justru bereaksi keras karena menganggap sang winger melakukan simulasi, yang berujung pada kartu kuning kedua. Setelah beberapa detik penuh ketegangan, wasit García Verdura memutuskan tidak ada pelanggaran.
Keputusan tersebut memicu kemarahan di kubu Real Madrid. Xabi Alonso, dalam konferensi pers usai pertandingan, tak menyembunyikan kekecewaannya.
"Menurut saya itu jelas penalti. Vinicius sangat cepat dan ada kontak. Saya terkejut itu tidak ditinjau oleh VAR. Meskipun begitu, kami tidak terkejut dengan apa yang terjadi dan kami harus melanjutkan."
Bahkan, Vinicius sendiri terlihat heran di lapangan ketika penalti tidak diberikan, dan rasa kecewa itu berlanjut saat ia berada di mixed zone usai laga.
Orang-orang terdekat pemain Brasil tersebut menilai persoalan ini bukan sekadar satu keputusan. Mereka percaya Vinicius kerap menjadi korban cara pandang wasit, yang menurut mereka dipengaruhi oleh reputasi sang pemain dan sejumlah insiden di masa lalu.
Seperti yang telah diketahui SPORT, kubu Vinicius merasa ada bias yang membuatnya sering dirugikan dalam situasi krusial.
Menurut pandangan mereka, jika insiden serupa dialami pemain Real Madrid lain, atau bahkan pemain dari tim berbeda, titik penalti kemungkinan besar akan diberikan, atau setidaknya wasit diarahkan untuk meninjau ulang lewat VAR.
Tidak hanya soal penalti, Vinicius juga beberapa kali memprotes pelanggaran saat dirinya dijatuhkan, namun wasit tetap memilih membiarkan permainan berlanjut tanpa sanksi.
Perasaan “dirugikan” di sekitar Vinicius pun semakin menguat. Mereka meyakini ada semacam arahan tidak tertulis agar wasit bersikap lebih keras terhadap sang pemain, terutama dalam situasi abu-abu seperti kontak di kotak penalti, duel berulang, atau momen yang seharusnya membuka peluang intervensi VAR.
Dalam konteks yang sama, kubu Vinicius juga menyoroti kebijakan tanpa toleransi terhadap protes yang ia lakukan di lapangan.
Mereka merasa sang pemain diperlakukan dengan standar yang jauh lebih tinggi, baik dalam gestur, keluhan, maupun reaksi emosional.
Ditambah lagi, di luar Santiago Bernabéu, tekanan dari tribun yang kerap mencemooh dianggap semakin memperberat situasi bagi Vinicius.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
