
Marco Asensio tinggalkan Real Madrid menuju Fenerbahce. (ig @marcoasensio10)
JawaPos.com-Dalam dunia sepak bola, ada keputusan yang lebih dalam dari sekadar taktik atau negosiasi kontrak. Bagi Marco Asensio, meninggalkan Real Madrid pada 2023 adalah keputusan yang berat, emosional, namun terasa tepat.
Dalam wawancara bersama Marca, pemain yang kini membela Fenerbahce tersebut kembali mengenang perjalanan selama delapan tahun di Santiago Bernabeu.
Asensio datang sebagai talenta muda pada 2015. Dia tumbuh menjadi salah satu sosok penting dalam skuad Los Blancos. Dia membuat 286 penampilan, mencetak 61 gol, dan memberikan 32 assist.
Bersama Madrid, dia meraih tiga gelar La Liga, tiga Liga Champions, satu Copa del Rey, serta berbagai trofi domestik dan Eropa lainnya. Namun, setelah perjalanan panjang itu, Asensio merasa saatnya tiba untuk membuka bab baru.
“Tidak, saya tidak menyesalinya karena di tahun terakhir memenangkan gelar yang saya lewatkan, Copa del Rey. Kita mesti tahu kapan harus meninggalkan tempat. Saya merasakan kasih sayang yang luar biasa dari para penggemar, dari Florentino, dari pelatih. Tapi saya merasa ini adalah waktu yang tepat,” ujar Marco Asensio.
Dia menjelaskan bahwa keputusannya tidak berkaitan dengan aspek teknis maupun finansial.
“Itu bukan keputusan olahraga atau finansial, melainkan keputusan pribadi. Saya ingin menetapkan tujuan baru karena saya butuh perubahan dalam hidup, dalam karir saya.” tambah Marco Asensio.
Meski begitu, Madrid tetap menempati tempat khusus dalam hatinya.
“Real Madrid akan selalu menjadi rumah saya karena saya telah menjadi Madridista sejak kecil, tetapi saya merasa sudah waktunya untuk mencoba sesuatu yang baru,” imbuh dia.
Asensio juga mengenang momen perpisahan yang paling membekas, obrolan empat mata dengan Florentino Perez sebelum pertandingan terakhirnya.
“Berbicara tentang perpisahan, Florentino dan saya memiliki momen yang indah dan intim. Perpisahan di stadion memang indah, tetapi sebelum pertandingan, saya memiliki momen indah berdua saja dengan Florentino, dan saya mengingatnya dengan penuh kasih sayang,” kata Asensio.
“Hanya kami berdua, di sebuah ruangan, di saat yang sangat pribadi, berbicara tentang kehidupan, tentang bagaimana kepindahan itu berlangsung, tentang keluarga kami. Itu luar biasa,” lanjut dia.
Salah satu momen paling ikonik Asensio terjadi pada debutnya di Piala Super UEFA 2016. Di usia muda, dia langsung tampil sebagai starter dan mencetak gol spektakuler awal yang membuatnya menjadi idola baru sepak bola Spanyol.
“Itu adalah terobosan yang signifikan karena berbagai alasan. Pertama, karena saya bermain di Real Madrid, klub terbesar di dunia. Dan kedua, karena usia saya,” ujar dia.
Setelah hengkang pada 2023, Asensio menghabiskan satu setengah tahun di PSG, masa yang naik-turun dan jauh dari ideal. Dia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa pada awal tahun ini sebelum akhirnya meninggalkan PSG secara permanen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022