
Pelatih Real Madrid Xabi Alonso. (Dok. Real Madrid)
JawaPos.com–The Reds meraih kemenangan 1-0 atas Los Blancos di Liga Champions di Anfield. Liverpool memang pantas meraih tiga poin penuh melawan Real Madrid.
Alexis Mac Allister mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut pada menit ke-61. Pemain internasional Argentina itu menyundul bola hasil tendangan bebas Dominik Szoboszlai.
Namun, kemenangan Liverpool bisa saja lebih dari satu gol kalau tidak karena aksi heroik kiper Real Madrid Thibaut Courtois. Kiper Belgia itu melakukan beberapa penyelamatan gemilang sebelum akhirnya ditaklukkan Mac Allister.
Pelatih Real Madrid Xabi Alonso menilai Los Blancos mampu menguasai pertandingan. Tapi mereka kurang tajam di sepertiga akhir.
Dia juga menyayangkan Real Madrid banyak melakukan pelanggaran di babak kedua. Itu membuat Liverpool membangun momentum dan menunjukkan bahwa timnya tidak mampu mengatasi tekanan ketika penonton Anfield bersemangat.
Pelatih Madrid itu merupakan bagian dari tim Liverpool yang menjuarai Liga Champions 2005. Dia mengatakan, pertandingan lawan Liverpool sangat berat dan sangat cepat.
"Kami bersaing dengan baik, tetapi kami kurang memiliki ancaman yang nyata. Babak pertama berjalan cukup berimbang, sementara babak kedua ditentukan dengan selisih tipis," tutur Xabi Alonso.
"Kami harus belajar bahwa ketika mereka menekan, yang bisa terjadi ketika penonton berdiri untuk itu, kami harus menghindari memberikan tendangan sudut dan tendangan bebas. Kami perlu menciptakan lebih banyak peluang," imbuh dia.
Pertandingan itu menurut dia sangat intens. Madrid terlalu banyak memberikan peluang di awal babak kedua dan memberi Liverpool terlalu banyak peluang.
"Itu sebenarnya bisa dihindari. Seharusnya kami bermain lebih tinggi, dan mereka memiliki pengambil dan penyelesai tendangan bebas yang hebat. Mereka menciptakan banyak peluang karena kami terlalu banyak melakukan pelanggaran," papar dia.
"Kami pulang dengan rasa pahit di mulut atas kekalahan ini. Kami harus menganalisisnya dan mulai memikirkan Rayo," ujar Xabi Alonso.
Trent Alexander-Arnold kembali ke Anfield untuk pertama kali setelah kepergian yang kontroversial dari Liverpool ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas. Produk akademi The Reds, yang memenangkan delapan trofi utama bersama klub masa kecilnya, dicemooh ketika diturunkan dari bangku cadangan di babak kedua. Dia juga dicemooh setiap kali menyentuh bola.
Mengenai sambutan yang diterima Alexander-Arnold, Alonso menilai pertandingan itu sangat intens, tipikal Anfield melawan tim papan atas.
"Trent berusaha menunjukkan kualitasnya dengan memberi ancaman di sisi kanan. Dia pria yang dewasa dan sangat profesional,” tandas Xabi Alonso.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
