Pemain veteran AS Roma, Paulo Dybala. (AP Photo/Kin Cheung)
JawaPos.com – Bintang AS Roma, Paulo Dybala mengungkap penyebab kekalahan Giallorossi dari Viktoria Plzen di Liga Eropa pada Jumat (24/10), Stadion Olimpico, mengakui bahwa mereka terlalu bermain lamban dan kurang memiliki determinasi dan agresi yang tepat.
Stadion Olimpico dulunya adalah benteng angker bagi lawan-lawan Roma. Tetapi patut dicatat bahwa keempat kekalahan Giallorossi di musim ini di kompetisi Serie A dan Liga Eropa terjadi di kandang sendiri.
AS Roma harus kebobolan dua gol dalam tiga menit dipertengahan babak pertama, ketika Prince Adu dengan mudah mengecoh Jan Ziolkowski dan kemudian Cheick Souare melepaskan tembakan keras ke sudut bawah gawang Mile Svilar.
Kemudian, sang juru taktik, Gian Piero Gasperini menghentikan penampilan perdana Ziolkowski untuk klub setelah hanya 30 menit setelah penampilan yang kurang meyakinkan, tetapi penalti Paulo Dybala tidak cukup untuk membalikkan keadaan tuan rumah.
Dybala yang merupakan salah satu senior dan veteran di skuad Roma musim ini, buka suara setelah kekalahan mengecewakan dari raksasa Liga Ceko tersebut.
"Kami (Roma) menciptakan peluang lebih sedikit hari ini dibandingkan kekalahan dari Inter (pekan sebelumnya), tetapi menjadi sulit setelah kebobolan dua gol awal hari ini,” kata Dybala kepada Sky Sport Italia.
“Jika Anda meremehkan pertandingan, inilah yang terjadi, dan tidak ada pertandingan yang mudah di (kompetisi) Eropa Jika kami tidak memulai dengan tekad dan konsentrasi yang tepat, maka kami tidak akan pernah menang,” ujar gelandang serang Argentina itu.
“Saya pikir yang kurang dari kami adalah agresi. Kami bermain lamban, sungguh menyedihkan karena selama seminggu kami bersiap (di lapangan). Kami hanya mengatakan akan melakukan hal-hal tertentu, tetapi kemudian hal itu tidak terjadi.
"Sekarang kami tidak boleh terlalu khawatir. Kami harus menganalisis kesalahan yang kami buat, tetapi juga ingat bahwa kami juga memenangkan beberapa pertandingan yang sangat sulit (beberapa pertandingan sebelumnya," tambahnya.
"Kami perlu berpikir positif dan ingat bahwa kami hanya bisa keluar dari momen (keterpurukan) ini dengan berjuang keras," pungkas pesepak bola berusia 31 tahun tersebut.
Giallorossi kini berada tepat di atas zona eliminasi di klasemen Liga Eropa, setelah kemenangan tandang 2-1 atas OGC Nice di laga pembuka, diikuti oleh kekalahan kandang beruntun dari Lille dan Viktoria Plzen.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
