Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Oktober 2025, 20.21 WIB

Persaingan di Bawah Mistar Gawang Manchester United: Altay Bayındır vs Senne Lammens, Siapa Terbaik?

Persahabatan Altay Bayindir dan Senne Lammes walau bersaing merebutkan tempat utama kiper Manchester United. (PA Wire) - Image

Persahabatan Altay Bayindir dan Senne Lammes walau bersaing merebutkan tempat utama kiper Manchester United. (PA Wire)

 

JawaPos.com – Altay Bayındır mengungkap hubungan kuatnya dengan Senne Lammens, meskipun keduanya harus bersaing untuk menjadi penjaga gawang utama Manchester United sepanjang musim 2025/2026.

Dengan dipinjamkannya Andre Onana ke Trabzonspor, Man United menyisakan dua kiper, Bayındır dan Lammens, sebagai pilihan dalam daftar skuad penjaga gawang di Old Trafford. Bayındır memulai awal musim sebagai starter.

Namun, pemain internasional Turki ini melakukan beberapa kesalahan fatal yang berujung dengan rentetan hasil negatif yang diraih Setan Merah dan sejak saat itu posisinya digantikan oleh penjaga gawang asal Belgia (Lammens).

Lammens melakoni debutnya bersama Man United dalam kemenangan krusial 2-0 akhir pekan lalu atas Sunderland. Pemain berusia 23 tahun ini tampil percaya diri serta meyakinkan untuk memastikan posisinya tetap di atas Bayındır dengan sumbangan clean sheet pertamanya.

Bayındır kini menghadapi perjuangan berat untuk merebut kembali posisi starter, tetapi ia memandang persaingan sehat dengan rekrutan baru musim panas Man United ini sebagai hal yang wajar.

"Begitulah caranya (pemain bersaing di sebuah klub), semua orang harus selalu bersama. Kami (Man United) memiliki skuad yang bagus, jajaran penjaga gawang yang bagus, dan kami selalu memberikan semangat di lapangan,” buka mantan kiper Fenerbahce itu.

"Tentu saja, kami berjuang untuk seragam ini (Man United), tetapi secara eksternal, kami memiliki hubungan yang baik, seperti yang kami lakukan dengan Andre (Onana). Dia di Trabzonspor (saat ini) dan performanya juga bagus."

Man United mengawali musim ini dengan kurang mengesankan, hanya mengumpulkan sepuluh poin dari tujuh pertandingan pembuka Liga Inggris. Setan Merah tidak berkompetisi di Eropa tahun ini dan telah menelan tersingkir dari Grimsby Town di Piala Carabao.

"Saya bisa bilang sepak bola adalah soal tim. Semua orang perlu bekerja keras, ya? Semua orang perlu fokus. Dari sisi saya, setiap hari, setelah setiap pertandingan, kami terus meningkatkan diri dan memikirkan apa yang perlu kami tingkatkan," refleksi Bayındır soal performa Man United.

"Setelah pertandingan, kami (semua pemain) akan melakukan analisis. Kami melihat semuanya, bagian mana yang harus diperbaiki. Ketika Anda bisa melakukan rutinitas itu, Anda bisa menjadi lebih baik di setiap pertandingan, karena ini soal pengalaman," tutupnya.

Dengan jumlah pertandingan yang sedikit dan jarang bagi Man United dibandingkan dengan rival-rival mereka lainnya musim ini, Bayındır akan memiliki sedikit kesempatan untuk merebut posisinya kembali dari Lammens.

Ruben Amorim yang juga menanti penyesuaian anak asuhannya juga berharap kekonsistenan datang dari bawah mistar gawang setidaknya membantu Setan Merah lebih aman di lini belakang.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore