Dean James (kanan) di Go Ahead Eagles. (Istimewa)
JawaPos.com - Go Ahead Eagles mencetak salah satu kemenangan paling bersejarah mereka di kancah Eropa setelah menundukkan Panathinaikos 2-1 di Stadion Olimpiade Athena, Jumat (3/10) dini hari. Tim asal Belanda itu bangkit dari ketertinggalan dan pulang dengan tiga poin penuh, berkat dua gol Milan Smit yang lahir dari kerja sama efektif lini sayap.
Kemenangan ini bukan hanya berarti besar bagi Eagles, tetapi juga menghadirkan sorotan khusus kepada Dean James. Bek kiri berusia 25 tahun yang berpaspor Indonesia itu tampil penuh selama 90 menit dan mencatatkan asis penting untuk gol penyeimbang.
Panathinaikos tampil dominan sejak awal dengan penguasaan bola hingga 63%. Tekanan mereka berbuah gol pembuka pada menit ke-55 lewat tandukan Karol Swiderski yang memanfaatkan umpan Tete. Tuan rumah terus menggempur dengan 33 percobaan tembakan sepanjang laga, namun tembok kokoh kiper Jari De Busser membuat Eagles tetap bertahan dalam permainan.
Momentum berbalik di menit ke-75. Dean James yang bergerak di sisi kiri melepaskan umpan silang matang ke kotak penalti. Milan Smit menyambutnya dengan penyelesaian klinis untuk menyamakan skor 1-1. Gol itu mengubah ritme pertandingan, Panathinaikos mulai goyah, sementara Eagles semakin percaya diri.
Puncaknya terjadi pada menit ke-82. Lagi-lagi Dean James menjadi inisiator serangan, melepas operan ke area berbahaya yang kemudian diolah Smit menjadi gol keduanya malam itu. Skor 2-1 bertahan hingga akhir, meski tuan rumah terus menekan dengan 14 tendangan sudut dan sederet peluang.
Meski kalah jauh dalam hal tembakan (33 banding 7), Eagles membuktikan efisiensi lebih penting daripada dominasi. Dua peluang bersih yang mereka dapatkan berujung gol, sementara Panathinaikos kerap frustrasi menghadapi pertahanan rapat.
Dean James mencatatkan 46 sentuhan, 19 umpan akurat dengan tingkat keberhasilan 83%, serta dua umpan kunci yang menghasilkan peluang. Selain itu, ia juga berkontribusi di lini belakang dengan lima kali clearance dan dua sapuan sundulan. Performanya menunjukkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan, sebuah kualitas yang semakin menonjol dalam kiprahnya di Eropa.
Bagi Eagles, kemenangan ini tidak hanya menambah poin penting dalam persaingan grup Eropa, tetapi juga menegaskan status mereka sebagai tim yang mampu mengejutkan lawan lebih besar. Bagi Indonesia, penampilan Dean James menjadi catatan tersendiri: pemain dengan darah Nusantara mampu meninggalkan jejak di pentas internasional.
Di hadapan 18.808 penonton Athena, Go Ahead Eagles membuktikan bahwa determinasi, disiplin, dan sedikit keberanian bisa menundukkan dominasi lawan. Dean James keluar sebagai simbol kemenangan itu, bukan sekadar bek kiri, tetapi juga penghubung cerita antara sepak bola Belanda dan Indonesia.
Dengan performa seperti ini, Eagles tidak hanya membawa pulang tiga poin, tapi juga rasa percaya diri tinggi untuk menatap laga-laga berikutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
