
Pep Guardiola puji barisan pertahanan Manchester City yang tampil disiplin saat menghadapi Arsenal. (Patricia de Melo Moreira/AFP)
JawaPos.com - Manchester City tampil dengan pendekatan berbeda saat menghadapi Arsenal di Emirates Stadium dalam lanjutan Liga Inggris. Pertandingan berakhir imbang 1-1, namun sorotan utama datang dari komentar Pep Guardiola yang memuji disiplin bertahan timnya.
City membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Erling Haaland di menit ke-9. Gol tersebut lahir dari serangan balik cepat yang berhasil menembus lini pertahanan Arsenal. Setelah unggul, City memilih bermain lebih menunggu dan menutup ruang serangan lawan.
Dilansir melalui laman The Guardian, data menunjukkan City hanya menguasai bola sebesar 32,8%, angka terendah sepanjang era Guardiola di kompetisi liga. Meski tidak mendominasi permainan seperti biasanya, barisan belakang mereka tampil kompak. Bek dan gelandang sama-sama bekerja keras untuk mematahkan upaya Arsenal, termasuk dari situasi bola mati.
Guardiola menegaskan bahwa timnya beradaptasi dengan situasi. Jadwal padat usai laga Liga Champions melawan Napoli membuat City tampil dengan energi terbatas. Untuk itu, ia meminta pemainnya menjaga kedalaman dan mengutamakan ketahanan bertahan. Ia menyebut cara tersebut bukan yang paling nyaman, namun diperlukan agar tim tetap solid hingga akhir.
"Ketangguhan kami luar biasa, kalau tidak, kami tidak akan bisa bertahan. Musim lalu kami kalah 5-1, hari ini kami nyaris menang. Mereka adalah salah satu tim terbaik di Eropa. Saya lebih suka bermain dengan cara lain, tetapi setelah bermain selama 10 tahun (sebagai manajer City), tim-tim lawan bertahan sangat dalam dan mendapatkan hasil dari performa, mentalitas, dan strategi yang fantastis. Kadang hal itu terjadi. Anda harus bertahan, jujur saja. Itu karena lawan lebih baik. Ketika Anda harus menerimanya, Anda harus bertahan dengan cara itu. Dan kami melakukannya," ujar Guardiola dikutip melalui laman The Guardian, Senin (22/9).
Pertahanan City baru runtuh di menit ke-93. Tendangan Gabriel Martinelli yang sempat mengenai pemain lawan menggetarkan gawang Ederson dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Meski kehilangan kemenangan di detik akhir.
Bagi Guardiola, performa di Emirates menunjukkan karakter Manchester City dalam menghadapi tekanan besar. Walau tidak bermain dengan ciri khas penguasaan bola, disiplin bertahan menjadi kunci yang membuat mereka pulang dengan satu poin dari kandang rival utama.
"Satu kali dalam 10 tahun tidak buruk, kan? Saya harus membuktikan diri melawan strategi lain. Sekarang saya adalah tim transisi," jawabnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
