
Davy Klaassen (kanan). ANTARA/AFP/MAURICE VAN STEEN
JawaPos.com-Ajax bakal menghadapi salah satu tim kuat di Liga Champions sekaligus finalis di musim lalu, Inter Milan. Laga pekan perdana tersebut dimainkan di Amsterdam Arena, Kamis (18/9).
Davy Klaassen menjadi salah satu pemain Ajax yang punya kenangan dengan Inter Milan karena pernah bermain untuk tim tersebut musim 2023/2024. Menurut kapten Ajax tersebut, Inter Milan merupakan tim yang memiliki pola dan sangat terlatih.
"Saya menjalani tahun yang luar biasa di sana dan saya senang bisa bertemu semua orang lagi. Tim ini sudah lama bersama dan dengan manajer baru mungkin ada beberapa perbedaan. Namun, mereka sangat terlatih dan memiliki pola yang telah ada selama bertahun-tahun," ucap Davy Klaassen saat konferensi pers dikutip dari laman resmi klub, Rabu (17/9).
Gelandang 32 tahun itu menyebut bahwa Inter Milan adalah salah satu tim kuat di Eropa. Davy Klaassen juga mengakui bahwa eks timnya itu memiliki pemain-pemain yang berkualitas.
"Selain itu, mereka memiliki kualitas individu yang luar biasa dengan beberapa pemain kelas dunia. Dan sebagai tim, mereka sangat kuat dengan segala keyakinan dan kedewasaan yang mereka miliki. Itulah mengapa saya pikir Inter adalah salah satu tim terkuat di Eropa saat ini," kata Klaassen.
Pelatih Ajax, John Heitinga memberikan komentarnya terhadap gaya bermain Inter Milan yang kini dilatih oleh Cristian Chivu. Yang pasti, gaya bermain Nerazzurri terus menerapkan high press.
"Mengenalnya, dia akan menerapkan high press. Tapi ada banyak kualitas di sana dan inti skuad mereka sudah lama bersama. Kami tahu ini akan sulit. Saya pikir Inter adalah tim dengan banyak otomatisme dan banyak pengalaman," ujar John Heitinga.
Selain menerapkan high press, Inter Milan juga kerap bermain fisik. Bagi Heitinga dan Klaassen, Ajax harus meladeni permainan fisik tersebut, meski mereka sebenarnya ingin menghindari hal itu.
"Anda harus bersaing dalam duel dan terkadang lebih cerdas. Namun, Anda harus mengantisipasi situasi yang muncul," turut John Heitinga. "Mereka bermain fisik dan membutuhkan banyak kecerdasan sepak bola. Namun, seperti kata pelatih: Anda harus memainkan duel saat diperlukan. Tentu saja Anda ingin menghindarinya, tetapi Anda tidak bisa selalu. Itu bagian dari sepak bola," pungkas Davy Klaassen.
Ajax:
Jaroš; Gaaei, Itakura, Baas, Wijndal; Klaassen, Taylor, Regeer; Berghuis, Weghorst, Godts
Inter:
Sommer; Akanji, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Hakan Çalhanoğlu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Lautaro Martínez

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
