
Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (ig manchesterunited)
JawaPos.com–Ruben Amorim pernah memberikan peringatan tentang badai yang akan menghantam Manchester United ketika duduk di ruang media Old Trafford.
Musim lalu dia menyebut perjalanan MU sebagai bencana dan ternyata prediksi itu sebagian benar. Setelah sembilan bulan, telah ada sinyal positif di awal musim.
Tiga manajer MU sebelumnya, Ten Hag, Solskjaer, dan Mourinho, semua dipecat sebelum jendela transfer selanjutnya untuk melengkapi kepingan puzzle. Amorim tahu sejarah itu menghantui dan tekanan akan meningkat jika performa MU menurun.
Sebaliknya, jika beberapa bulan pertama dilewati dengan hasil positif, peluang tim bersaing di posisi Eropa bisa terbuka.
Jendela transfer musim panas MU telah membawa empat wajah baru dan sembilan pemain meninggalkan klub. Membenahi PR Setan Merah, fokus Amorim ada di lini depan sebagai prioritas pertama.
Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko, didatangkan untuk memperkuat serangan MU. Musim lalu MU kesulitan mencetak gol. Cunha dan Mbeumo menjadi target utama, sementara Sesko dipilih karena usia, potensi, dan struktur pembayaran yang menarik.
Di bawah mistar gawang, situasinya sedikit lebih kompleks setelah Senne Lammens datang senilai 21,5 juta pons. Kini ada empat kiper senior di skuad, termasuk Heaton yang tergabung dalam kelompok kepemimpinan baru.
Siapa yang akan jadi pilihan utama? Ini masih tanda tanya yang bisa memengaruhi ritme MU di bawah Amorim.
Lini tengah memang bukan menjadi prioritas Amorim pada transfer musim panas ini, mereka lebih memperkuat lini depan. Namun kebutuhan gelandang semakin terasa ketika Sesko datang.
MU kemungkinan baru akan mendatangkan gelandang baru pada bursa transfer Januari. Saat ini, Fernandes akan menempati salah satu posisi lebih dalam untuk membuka slot di depan. Tapi dengan mobilitas terbatas Casemiro, Ugarte, dan Mainoo, membuat ruang besar kadang muncul di tengah.
Lini tengah yang tidak kompak ini bukan masalah baru. Amorim dan Ten Hag sama-sama kesulitan menutup celah di area ini.
Tiga laga awal MU menunjukkan hasil campur aduk. Harus menerima kekalahan dari Arsenal, imbang di Fulham. kemudian kekalahan memalukan di Grimsby dan kemenangan dramatis atas Burnley.
Tapi statistik menunjukkan tanda positif. MU memimpin untuk expected goals, total tembakan, sentuhan di kotak lawan, dan membentur mistar.
Tiga laga memang sampel kecil, tetapi Amorim bisa melihat timnya mulai menyesuaikan ritme. Dia memahami beberapa hasil negatif bukan sepenuhnya karena tim buruk, tetapi soal detail kecil yang memengaruhi pertandingan.
Amorim ada di posisi tricky. Saat ini, dia tengah membangun MU sambil menghadapi tekanan langsung.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
