Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 18.39 WIB

Kasus Lucas Paqueta: FA Dikritik karena Bukti Lemah dalam Dugaan Pengaturan Skor

Lucas Paqueta mendapat tuduhan terlibat pengaturan skor. (Instagram/@lucaspaqueta) - Image

Lucas Paqueta mendapat tuduhan terlibat pengaturan skor. (Instagram/@lucaspaqueta)

JawaPos.com-Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mendapat sorotan tajam. Komisi independen menemukan kelemahan dalam penanganan kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan gelandang West Ham Lucas Paqueta.

Dalam laporan setebal 314 halaman, komisi menyebut bahwa bukti dari FA memiliki kekurangan yang jelas. Laporan ini menjadi putusan terkait olahraga terpanjang di dunia, mencerminkan betapa seriusnya kasus ini.

Nick De Marco KC, pengacara Paqueta, mengatakan bahwa ini adalah kasus terbesar dalam sejarah FA.

"Dianggap sebagai putusan terkait olahraga terpanjang yang pernah dikeluarkan di dunia, sebuah cerminan betapa seriusnya kasus ini, dan banyaknya bukti yang digunakan dalam kasus terbesar dalam sejarah FA," tulis Nick melalui platform X yang dikutip melalui laman The Guardian, Kamis (4/9).

Tuduhan FA dan Pembelaan Paqueta

Dilansir melalui laman The Guardian, FA mendakwa Paqueta dengan empat tuduhan pengaturan skor setelah penyelidikan 10 bulan. FA berargumen bahwa ada hubungan antara Paqueta dan 27 orang dari 253 individu yang memasang taruhan mencurigakan, yang totalnya mencapai 47.000 pounds dan menghasilkan keuntungan 167.000 pounds.

Namun, komisi menyimpulkan tidak ada bukti korupsi. Pola taruhan yang tidak biasa itu lebih mungkin disebabkan oleh penyebaran tip atau informasi orang dalam yang acak di Brasil.

Panel tersebut menerima kesaksian Paqueta bahwa keluarganya sering berbicara tentang taruhan. Mereka juga merasa tidak masuk akal jika orang yang terlibat dalam pengaturan skor bisa begitu ceroboh dengan informasi penting. Selain itu, FA gagal menemukan bukti taruhan di dua ponsel Paqueta yang mereka sita.

Laporan ini secara khusus mengecam penyidik integritas taruhan FA Tom Astley yang juga menjadi saksi utama. Komisi menilai mengejutkan bahwa FA gagal menyajikan penilaian independen terhadap data taruhan. Bahkan, FA terlihat bertentangan dengan pernyataan saksi utamanya sendiri.

Jonathan Laidlaw KC, jaksa utama FA, tidak setuju dengan deskripsi Astley bahwa pola taruhan itu sangat terkoordinasi. Hal ini membuat komisi menyimpulkan, FA tidak sepenuhnya yakin apa kasus yang mereka ajukan terhadap pemain.

Paqueta Berjuang untuk Nama Baiknya

Dilansir melalui laman The Guardian, meski dibebaskan dari tuduhan utama, Paqueta masih menghadapi sidang sanksi terpisah karena dinyatakan bersalah atas dua tuduhan yang lebih ringan, yaitu gagal bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan FA. Laporan komisi mengungkapkan bahwa Paqueta kemudian menawarkan diri untuk menjawab pertanyaan, tetapi FA menolaknya.

FA menyatakan tidak berencana untuk mengajukan banding. Mereka menegaskan komitmen untuk menjaga integritas sepak bola dengan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Namun, Alastair Campbell, kepala tim hukum Paqueta, menegaskan bahwa bukti menunjukkan integritas kliennya sebagai pemain dan pribadi tidak diragukan lagi.

"Bukti tidak hanya menunjukkan bahwa ia tidak memiliki minat sama sekali dalam perjudian, tetapi juga mengkonfirmasi bahwa integritasnya sebagai pemain dan sebagai pribadi tidak diragukan lagi. Kami masih mengajukan argumen terkait tuduhan tidak kooperatif. Tetapi dalam kasus di mana seluruh kariernya berisiko, Lucas tidak diragukan lagi adalah pihak yang berhasil," ujar Alastair Campbell.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore